Lhokseumawe – Usai melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Utara dalam rangka pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim bersama rombongan melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke Yayasan Pendidikan Srikandi Lhokseumawe, Kamis (1/10/2026).
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan FKIP Universitas Almuslim dalam memperluas jejaring dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak.
Dalam kunjungan tersebut, Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., didampingi Ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) FKIP Universitas Almuslim, Rahma, M.Pd., serta Gugus Kendali Mutu (GKM) FKIP Universitas Almuslim, Dwi Adhinda Junaidi Putri, M.Pd., Kons. bertemu dengan Ketua sekaligus pendiri Yayasan Pendidikan Srikandi Lhokseumawe, Susanty, A.Ma.Pd., yang akrab disapa Miss Susan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Berbagai hal terkait pendidikan anak menjadi topik utama yang dibahas, mulai dari pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak, lingkungan pendidikan yang mendukung, hingga perlunya sinergi berbagai pihak dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Pendidikan
Pertemuan antara FKIP Universitas Almuslim dan Yayasan Pendidikan Srikandi tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai perkembangan pendidikan anak.
Kedua pihak membahas bagaimana pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu memperhatikan aspek perkembangan anak secara menyeluruh.
Pendidikan anak membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, kesempatan untuk berkembang, serta dukungan terhadap kemampuan dan karakter masing-masing anak. Karena itu, keterlibatan lembaga pendidikan, keluarga, tenaga pendidik, dan berbagai pihak terkait menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang berkualitas.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga diarahkan pada pentingnya memahami karakteristik setiap anak. Setiap anak memiliki kemampuan, minat, karakter, serta kebutuhan yang berbeda sehingga pendekatan pendidikan juga perlu dilakukan secara tepat dan proporsional.
Hal tersebut menjadi perhatian bersama dalam diskusi antara FKIP Universitas Almuslim dan Yayasan Pendidikan Srikandi.
Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan jejaring dengan lembaga-lembaga pendidikan yang secara langsung bersentuhan dengan anak.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam menjalankan pendidikan di lingkungan kampus, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui penguatan kerja sama, pendampingan, berbagi pengetahuan, serta pengembangan berbagai program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Diskusi bersama Miss Susan turut memperkaya perspektif mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pendidikan anak.
Dalam praktiknya, proses pendidikan anak tidak dapat dilepaskan dari peran orangtua dan lingkungan tempat anak tumbuh. Pendidikan yang diberikan di sekolah perlu berjalan beriringan dengan pola pendampingan di rumah agar perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal.
Karena itu, diperlukan pemahaman bersama antara pendidik dan orangtua mengenai kebutuhan anak, pola komunikasi, perkembangan perilaku, serta cara memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan mereka.
FKIP Universitas Almuslim yang memiliki sejumlah program studi di bidang kependidikan melihat hal tersebut sebagai ruang penting untuk terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak.
Kehadiran tenaga akademik dengan latar belakang pendidikan, psikologi, konseling, serta bidang kependidikan lainnya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pendampingan terhadap anak dan tenaga pendidik.
Sementara itu, Yayasan Pendidikan Srikandi sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan juga memiliki pengalaman dalam mendampingi dan memberikan layanan pendidikan kepada anak.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling berbagi pengalaman sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas untuk pengembangan pendidikan anak ke depan.
Bangun Sinergi antara Perguruan Tinggi dan Lembaga Pendidikan
Silaturahmi tersebut juga mencerminkan pentingnya membangun hubungan antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan yang berada di tengah masyarakat.
Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan keilmuan, sedangkan lembaga pendidikan memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai dinamika pendidikan di lapangan.
Pertemuan antara kedua unsur tersebut diharapkan dapat melahirkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan.
FKIP Universitas Almuslim juga terus mendorong terbentuknya jejaring dengan berbagai lembaga pendidikan sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Kerja sama dan komunikasi yang dibangun tidak harus selalu dalam bentuk kegiatan formal, tetapi dapat diawali melalui silaturahmi, diskusi, pertukaran gagasan, dan pemetaan kebutuhan pendidikan di masyarakat.
Dalam konteks pendidikan anak, sinergi tersebut menjadi semakin penting karena proses pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Anak tidak hanya membutuhkan guru yang kompeten, tetapi juga lingkungan keluarga yang mendukung, lembaga pendidikan yang responsif, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang mereka.
Ketua sekaligus pendiri Yayasan Pendidikan Srikandi Lhokseumawe, Susanty, A.Ma.Pd., atau Miss Susan, menyambut baik kunjungan dari FKIP Universitas Almuslim tersebut.
Silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan anak sekaligus memperluas komunikasi dengan dunia perguruan tinggi.
Berbagai pengalaman yang dimiliki oleh lembaga pendidikan di lapangan dapat menjadi bahan masukan bagi perguruan tinggi dalam melihat kebutuhan pendidikan secara lebih nyata.
Sebaliknya, perguruan tinggi dapat memberikan perspektif akademik yang dapat mendukung lembaga pendidikan dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan anak.
Dengan demikian, komunikasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada pertemuan tersebut, tetapi dapat terus berkembang menjadi hubungan yang saling mendukung.
Langkah Awal untuk Kerja Sama Lebih Luas
Kunjungan FKIP Universitas Almuslim ke Yayasan Pendidikan Srikandi Lhokseumawe juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan.
Terlebih, kunjungan tersebut dilakukan setelah rombongan FKIP sebelumnya melaksanakan kegiatan pendampingan ABK di Kemenag Aceh Utara. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan perhatian FKIP Universitas Almuslim terhadap berbagai persoalan dan kebutuhan pendidikan anak di tengah masyarakat.
Mulai dari pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus, keterlibatan orangtua, hingga penguatan komunikasi dengan lembaga pendidikan, semuanya membutuhkan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak.
Melalui silaturahmi dan komunikasi yang terus dibangun, FKIP Universitas Almuslim berharap dapat mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang memberikan ruang tumbuh dan berkembang bagi setiap anak.
Pertemuan di Lhokseumawe tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas wawasan mengenai pendidikan anak.
Dengan terbangunnya komunikasi yang baik antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, berbagai gagasan dan pengalaman diharapkan dapat terus dipertukarkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak di Aceh.
