Bireuen – Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim, Nia Astuti, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan Pekan Kebudayaan dan Kreativitas Mahasiswa dalam Pagelaran Seni dan Sastra merupakan bagian penting dari upaya program studi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengembangan kreativitas mahasiswa.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Budaya Aceh dari Akar Tradisi Menuju Panggung Kreativitas Masa Kini” yang berlangsung di Aula Creative Center MA Jangka, Rabu (3/6/2026).
Menurut Nia Astuti, kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai semester tersebut bukan sekadar ajang hiburan atau pertunjukan seni semata, melainkan merupakan implementasi nyata dari proses pembelajaran yang selama ini berlangsung di ruang kuliah. Berbagai penampilan yang disajikan merupakan hasil kerja akademik mahasiswa yang dipadukan dengan kreativitas dan kemampuan berkesenian.
“Kegiatan ini bukan hanya sebuah pagelaran seni dan sastra. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk nyata dari implementasi pembelajaran yang telah dilaksanakan selama perkuliahan. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide, mengasah kreativitas, serta menerapkan berbagai teori yang telah dipelajari ke dalam sebuah karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat akademik maupun masyarakat luas,” ujar Nia Astuti.
Ia menjelaskan bahwa berbagai penampilan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut merupakan hasil pengintegrasian sejumlah mata kuliah yang ada di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, seperti Drama, Pementasan Sastra, Puisi, dan berbagai mata kuliah lain yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berkesenian.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori yang terdapat dalam buku dan ruang perkuliahan, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam bentuk karya nyata yang memiliki nilai edukatif, estetis, dan budaya.
Nia Astuti menilai bahwa kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya kreatif perlu terus diberikan ruang dan dukungan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendorong lahirnya inovasi, kreativitas, dan keberanian mahasiswa dalam mengekspresikan gagasan.
“Mahasiswa harus memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kegiatan seperti ini menjadi sarana bagi mereka untuk belajar bekerja sama, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta meningkatkan keterampilan dalam mengelola sebuah pertunjukan atau karya seni,” katanya.
Selain sebagai media pembelajaran, Nia Astuti juga menekankan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Aceh di kalangan generasi muda. Ia menilai bahwa perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan identitas budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa budaya Aceh memiliki nilai-nilai luhur yang tetap relevan dan dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kreativitas yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengenal budaya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk berkarya. Budaya harus terus hidup dan berkembang melalui kreativitas generasi muda,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nia Astuti berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh mahasiswa yang terlibat. Ia meyakini bahwa proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan akan memberikan banyak pelajaran penting yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kelas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, panitia, dan mahasiswa yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan pagelaran seni dan sastra merupakan hasil kolaborasi yang baik antara seluruh unsur di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda yang mampu melahirkan mahasiswa-mahasiswa kreatif, inovatif, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap sastra, seni, dan budaya bangsa,” ujarnya.
Kegiatan Pekan Kebudayaan dan Kreativitas Mahasiswa tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Universitas Almuslim, di antaranya Kabag Kemahasiswaan, Kabag Umum, Kepala Perpustakaan, Kabag Keuangan sekaligus Koordinator Minat dan Bakat FKIP, para Wakil Dekan, para ketua program studi, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa semester 2, 4, dan 6 menampilkan beragam pertunjukan seperti pembacaan puisi, drama kolosal, tarian tradisional, sendratari, hingga olah vokal yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Berbagai penampilan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa dapat berkembang seiring dengan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai budaya dan sastra yang dipelajari selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim.
