Bireuen – Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Pekan Kebudayaan dan Kreativitas Mahasiswa dalam Pagelaran Seni dan Sastra yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim di Aula Creative Center MA Jangka, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Budaya Aceh dari Akar Tradisi Menuju Panggung Kreativitas Masa Kini” tersebut dibuka secara resmi oleh Dr. Sari Rizki dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Almuslim.
Dalam sambutannya, Dr. Sari Rizki menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan melalui perkuliahan di kelas, tetapi juga harus menjadi ruang yang mampu mengembangkan kreativitas, karakter, dan kemampuan mahasiswa dalam mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah. Mereka perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan keterampilan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang sangat baik karena mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari secara langsung,” ujar Dr. Sari Rizki.
Ia juga menyampaikan bahwa seni dan sastra memiliki peran penting dalam membentuk kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, serta kecintaan mahasiswa terhadap budaya bangsa. Oleh karena itu, kegiatan yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal seperti budaya Aceh perlu terus didorong dan dikembangkan di lingkungan kampus.
Lebih lanjut, Dekan FKIP menilai bahwa pagelaran seni dan sastra tersebut tidak hanya menjadi sarana ekspresi mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi media pelestarian budaya yang efektif di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengenalkan, dan mengembangkan warisan budaya agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Dr. Sari Rizki juga mengapresiasi kerja keras seluruh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik. Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan dosen dalam menciptakan suasana akademik yang produktif dan kreatif.
“Kami di FKIP terus mendorong setiap program studi untuk menghadirkan kegiatan yang mampu mengintegrasikan akademik dengan pengembangan bakat dan minat mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berkarya, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Dr. Sari Rizki, kegiatan semacam ini juga dapat menjadi wadah pembinaan talenta mahasiswa yang nantinya berpotensi mewakili Universitas Almuslim pada berbagai ajang kompetisi seni dan budaya, termasuk Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA). Oleh sebab itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak mahasiswa dari berbagai program studi.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FKIP juga menyaksikan secara langsung berbagai penampilan mahasiswa yang berasal dari semester 2, 4, dan 6. Beragam pertunjukan seperti pembacaan puisi, drama kolosal, tarian, sendratari, hingga olah vokal berhasil memukau para tamu undangan yang hadir.
Bagi Dr. Sari Rizki, penampilan yang ditunjukkan mahasiswa menjadi bukti bahwa pembelajaran di FKIP Universitas Almuslim tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga berupaya melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
Melalui kegiatan Pekan Kebudayaan dan Kreativitas Mahasiswa ini, FKIP Universitas Almuslim kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Di bawah kepemimpinan Dr. Sari Rizki, FKIP terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu menciptakan lulusan berkualitas, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi masyarakat, pendidikan, dan kebudayaan.
