Prodi PGSD FKIP Umuslim dan ISBI Aceh Jalin Kerja Sama Pengembangan Seni Musik dan Budaya Mahasiswa

Bireuen – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim terus memperluas kolaborasi akademik dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga pada pengembangan seni dan budaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Prodi PGSD FKIP Universitas Almuslim dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, di Aula Creative Center MA Jangka.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Almuslim, Fatma Zuhra, dan disaksikan langsung oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim, Sari Rizki.

Kerja sama ini berkaitan dengan penyelenggaraan Pentas Seni Musik Mahasiswa dan Pengembangan Kompetensi Seni Budaya yang mengangkat tema “Nada Untuk Negeri: Guru Mengajar, Musik Menginspirasi.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kreatif bagi mahasiswa PGSD untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, serta kemampuan mereka di bidang seni musik dan seni budaya.

Berdasarkan dokumen perjanjian kerja sama bernomor 078/PGSD-Umuslim/PP.2026 dan 21/DST/IT11.2.1.1/KS.11/2026, kedua institusi sepakat untuk membangun sinergi yang saling mendukung dalam pelaksanaan berbagai program pengembangan seni dan budaya mahasiswa.

Dalam perjanjian tersebut, pihak pertama diwakili oleh Fatma Zuhra, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Almuslim. Sementara pihak kedua diwakili oleh Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn selaku Ketua Jurusan Seni Pertunjukan ISBI Aceh.

Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan yang holistik. Menurutnya, mahasiswa calon guru sekolah dasar tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan pedagogik yang baik, tetapi juga perlu dibekali dengan kreativitas, kepekaan seni, dan apresiasi budaya yang kuat.

Ia menilai bahwa seni musik dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan komunikasi mahasiswa yang nantinya akan menjadi pendidik bagi generasi masa depan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan ISBI Aceh diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif.

Sementara itu, Ketua Prodi PGSD FKIP Universitas Almuslim, Fatma Zuhra, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa PGSD untuk mengembangkan potensi diri di luar kegiatan akademik formal.

Menurutnya, kegiatan Pentas Seni Musik Mahasiswa yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan ISBI Aceh bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kreativitas, serta keterampilan berkesenian mahasiswa.

“Mahasiswa PGSD merupakan calon guru yang nantinya akan berinteraksi langsung dengan peserta didik di sekolah dasar. Kemampuan dalam bidang seni, khususnya musik, menjadi salah satu kompetensi pendukung yang sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa,” ujarnya.

Kerja sama tersebut memiliki tujuan utama untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, serta kompetensi mahasiswa PGSD dalam bidang seni musik dan seni budaya. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk belajar dari akademisi, praktisi, maupun seniman yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi penyelenggaraan Pentas Seni Musik Mahasiswa PGSD, pembinaan dan pengembangan bakat seni mahasiswa, penyediaan narasumber, dewan juri, pelatih, atau praktisi seni, dukungan sarana dan prasarana kegiatan, publikasi kegiatan, serta berbagai program seni budaya lainnya yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Dalam pelaksanaannya, Prodi PGSD FKIP Universitas Almuslim bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan keterlibatan mahasiswa dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sementara ISBI Aceh memberikan dukungan berupa fasilitas, narasumber, pendampingan, pelatihan, serta berbagai bentuk dukungan lainnya sesuai dengan kebutuhan program yang dijalankan.

Selain menjadi wadah pengembangan bakat mahasiswa, kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan kelembagaan antara Universitas Almuslim dan ISBI Aceh dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan pendidikan, seni, dan kebudayaan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun sejak tanggal ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Jangka waktu tersebut memberikan peluang yang luas bagi lahirnya berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.

Melalui kerja sama ini, Prodi PGSD FKIP Universitas Almuslim dan ISBI Aceh berharap dapat melahirkan generasi calon guru yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni dan budaya. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen pelestari budaya sekaligus pendidik yang kreatif, inovatif, dan inspiratif dalam membangun karakter generasi bangsa di masa depan.