Bireuen – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim terus berupaya memperluas jejaring kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, di Aula Creative Center MA Jangka.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim, Dr. Nadia Aldyza, S.Pd., M.Pd., dan disaksikan oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi. Sementara dari pihak ISBI Aceh diwakili oleh Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn., selaku Ketua Jurusan Seni Pertunjukan.
Kerja sama ini mengusung tema “Penyelenggaraan Edukasi Biologi dan Literasi Lingkungan melalui Pendekatan Seni dan Budaya”, yang bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, serta kompetensi mahasiswa Pendidikan Biologi dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan seni dan budaya sebagai media edukasi yang inovatif.
Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen fakultas dalam mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, isu lingkungan hidup saat ini membutuhkan pendekatan edukasi yang lebih kreatif agar mampu menjangkau masyarakat secara luas dan efektif.
“Kolaborasi antara bidang pendidikan biologi dan seni budaya merupakan langkah yang sangat positif. Seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif secara lebih menarik dan mudah diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, sinergi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai program inovatif yang berdampak bagi penguatan literasi lingkungan,” ujarnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim, Dr. Nadia Aldyza, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi peluang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi multidisipliner. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep-konsep biologi secara teoritis, tetapi juga perlu memiliki kemampuan menyampaikan pesan-pesan ilmiah kepada masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan komunikatif.
Ia menambahkan bahwa seni pertunjukan, teater, musik, tari, dan berbagai bentuk ekspresi budaya dapat menjadi media efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kolaboratif bersama ISBI Aceh diharapkan mampu memperkuat kemampuan mereka dalam mengemas materi edukasi lingkungan secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Sementara itu, perwakilan ISBI Aceh, Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial, termasuk dalam upaya pelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi ini, ISBI Aceh siap mendukung berbagai program yang menggabungkan pendekatan ilmiah dengan kreativitas seni untuk menghasilkan kegiatan edukatif yang berdampak luas.
Berdasarkan perjanjian kerja sama yang ditandatangani kedua belah pihak, ruang lingkup kerja sama meliputi penyelenggaraan kegiatan edukasi biologi dan literasi lingkungan melalui seni pertunjukan, teater, tari, musik, serta berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya. Selain itu, kerja sama juga mencakup pembinaan dan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam memanfaatkan seni dan budaya sebagai media edukasi biologi dan kampanye pelestarian lingkungan.
Kedua institusi juga sepakat untuk saling mendukung dalam penyediaan narasumber, instruktur, pelatih, praktisi seni, maupun tenaga ahli yang dapat menunjang pelaksanaan program-program kolaboratif. Dukungan sarana, prasarana, publikasi kegiatan, serta berbagai program lain yang disepakati bersama juga menjadi bagian dari kerja sama tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim bertanggung jawab terhadap perencanaan kegiatan, pelaksanaan program, serta keterlibatan mahasiswa. Sementara ISBI Aceh akan memberikan dukungan berupa fasilitas, pendampingan, narasumber, serta berbagai bentuk kontribusi lainnya sesuai dengan kebutuhan program yang dijalankan.
Perjanjian kerja sama ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Jangka waktu tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, seni, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Melalui kerja sama ini, Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim dan ISBI Aceh berharap dapat menciptakan ruang kolaborasi yang produktif dalam menghasilkan inovasi pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, kepedulian lingkungan, serta kemampuan berkontribusi secara nyata bagi pembangunan masyarakat dan pelestarian alam.
