Bireuen – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim terus memperkuat jejaring akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi dengan berbagai institusi. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, di Aula Creative Center MA Jangka.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim, Nia Astuti, dan disaksikan oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim, Sari Rizki.
Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kedua institusi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Pekan Kebudayaan dan Kreativitas Mahasiswa dalam Pagelaran Seni dan Sastra Mahasiswa serta Pengembangan Kompetensi Seni Budaya yang mengusung tema “Transformasi Budaya Aceh dari Akar Tradisi Menuju Panggung Kreativitas Mahasiswa.”
Berdasarkan dokumen perjanjian kerja sama bernomor 010/PBI-Umuslim/PP.2026 dan 21/DST/IT11.2.1.1/KS.11/2026, kedua belah pihak sepakat untuk saling mendukung dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan yang berorientasi pada pengembangan minat, bakat, kreativitas, dan kompetensi mahasiswa di bidang seni, sastra, serta kebudayaan.
Dalam perjanjian tersebut, pihak pertama diwakili oleh Nia Astuti, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim. Sementara pihak kedua diwakili oleh Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn yang bertindak atas nama Jurusan Seni Pertunjukan ISBI Aceh sebagai mitra pelaksana kegiatan.
Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi yang memiliki kekuatan di bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya merupakan langkah penting dalam menciptakan ruang pengembangan karakter dan kreativitas mahasiswa.
Ia menilai bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga perlu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan seni, sastra, dan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa, khususnya budaya Aceh yang kaya akan nilai-nilai tradisi.
Sementara itu, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim, Nia Astuti, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kolaboratif bagi mahasiswa untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka dalam berbagai bidang seni dan sastra.
Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan melalui kerja sama ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi kreativitas mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi, kepercayaan diri, kemampuan berkolaborasi, serta apresiasi terhadap budaya lokal.
“Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang lebih luas dalam berkegiatan seni dan sastra. Kami berharap kolaborasi dengan ISBI Aceh dapat membuka peluang pembinaan yang berkelanjutan sehingga mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang secara akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi penyelenggaraan pagelaran seni dan sastra mahasiswa, pembinaan serta pengembangan bakat dan minat mahasiswa, penyediaan narasumber, dewan juri, pelatih maupun praktisi seni, dukungan sarana dan prasarana, publikasi kegiatan, serta berbagai kegiatan seni budaya lainnya yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Dalam implementasinya, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan serta keterlibatan mahasiswa. Sementara itu, ISBI Aceh memberikan dukungan berupa pendampingan akademik, penyediaan narasumber dan praktisi seni, serta bentuk dukungan lain sesuai kebutuhan kegiatan.
Kerja sama ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berharap dapat menghadirkan berbagai program yang tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan seni serta budaya Aceh di tengah perkembangan zaman.
Dengan terjalinnya kemitraan antara Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim dan ISBI Aceh, diharapkan berbagai program seni, sastra, dan budaya dapat terus berkembang secara berkelanjutan serta menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa dalam mengangkat nilai-nilai budaya lokal menuju panggung kreativitas yang lebih luas.
