Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim menggelar Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Mushala Kampus Timur, Paya Cut, FKIP Universitas Almuslim tersebut diikuti sebanyak 397 mahasiswa dari sembilan program studi yang berada di lingkungan FKIP Universitas Almuslim.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Dekan II FKIP Universitas Almuslim, Dr. Rahmi Wahyuni, M.Pd.
Pembekalan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan secara langsung ke sekolah-sekolah tempat mereka melaksanakan PPL. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai teknis pelaksanaan PPL, tetapi juga dibekali dengan etika, sikap profesional, serta tanggung jawab sebagai calon pendidik.
Dalam sambutannya, Dr. Rahmi Wahyuni mengingatkan mahasiswa bahwa ketika berada di sekolah nantinya, mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik program studi, FKIP, dan Universitas Almuslim.
Karena itu, ia meminta seluruh mahasiswa untuk mampu menjaga sikap, etika, serta perilaku selama melaksanakan PPL.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa keberadaan mereka di sekolah merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk mengenal secara langsung dunia pendidikan sekaligus mengimplementasikan berbagai ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Yang paling utama adalah menjaga etika dan nama baik diri sendiri, almamater dan kampus. Adab itu lebih utama, kemudian baru ilmu,” pesan Dr. Rahmi kepada para mahasiswa.
Ia menekankan bahwa kemampuan akademik saja belum cukup untuk menjadi seorang pendidik yang baik. Seorang calon guru juga harus memiliki adab, etika, tanggung jawab dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan seluruh warga sekolah.
Para mahasiswa juga diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan PPL untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam mengelola pembelajaran.
Dr. Rahmi mendorong mahasiswa agar dapat menerapkan ilmu yang selama ini telah diperoleh di bangku kuliah, terutama dalam memilih strategi pembelajaran, metode mengajar, pengelolaan kelas hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Terlebih, perkembangan teknologi dan transformasi digital saat ini telah memberikan perubahan besar dalam dunia pendidikan.
Mahasiswa calon guru dituntut tidak hanya mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga dapat menghadirkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Manfaatkan ilmu yang sudah didapatkan selama di kampus. Terapkan strategi pembelajaran dan metode mengajar yang sudah dipelajari. Apalagi sekarang kita sudah berada di era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Microteaching dan PPL FKIP Universitas Almuslim sekaligus Koordinator Kegiatan Pembekalan PPL, Yessi Kartika, M.Pd., menyampaikan bahwa pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027 terdapat sebanyak 397 mahasiswa yang mengikuti program PPL.
Menurutnya, para mahasiswa tersebut dibagi ke dalam dua kelompok, yakni PPL Internasional dan PPL Reguler.
Untuk PPL Internasional, sebanyak tiga mahasiswa akan mengikuti kegiatan PPL di Malaysia. Sementara mahasiswa lainnya akan mengikuti PPL Reguler yang ditempatkan di sejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen.
Penempatan mahasiswa PPL Reguler mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Yessi menjelaskan, sebelum diterjunkan ke sekolah masing-masing, seluruh mahasiswa terlebih dahulu mengikuti pembekalan. Tahapan tersebut dinilai penting agar mahasiswa memiliki kesiapan, pemahaman dan gambaran mengenai berbagai hal yang akan mereka hadapi selama berada di sekolah.
“Mahasiswa diberikan pembekalan terlebih dahulu sebelum nantinya diantar langsung ke sekolah untuk melaksanakan PPL,” jelas Yessi.
Dalam kegiatan pembekalan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya. Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, peserta juga dibagi ke dalam beberapa ruang sesuai dengan materi dan kebutuhan pembekalan.
Yessi berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti pembekalan dengan serius dan menjadikan materi yang diberikan sebagai bekal sebelum memasuki lingkungan sekolah.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memperhatikan aspek kedisiplinan dan kesopanan selama menjalankan PPL, termasuk dalam hal berpakaian dan berkomunikasi.
Mahasiswa diminta menunjukkan sikap sebagai calon pendidik yang profesional, mampu menempatkan diri dengan baik serta menghormati kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan maupun peserta didik.
Menurutnya, selama berada di sekolah mahasiswa harus mampu menjaga nama baik diri dan institusi. Sikap yang ditunjukkan mahasiswa selama PPL akan menjadi bagian dari penilaian sekaligus mencerminkan kualitas calon guru yang dipersiapkan FKIP Universitas Almuslim.
PPL sendiri menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa FKIP karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat menghubungkan teori dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik pembelajaran secara langsung.
Selain melatih kemampuan mengajar, mahasiswa juga dapat belajar memahami karakteristik peserta didik, mengelola kelas, berkomunikasi dengan warga sekolah serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi guru dalam melaksanakan tugasnya.
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., yang sedang melaksanakan tugas di luar kota, secara terpisah menyampaikan harapan agar seluruh mahasiswa yang mengikuti PPL dapat menjalankan kegiatan tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa menjadikan PPL sebagai ruang untuk belajar sekaligus mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di sekolah diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja dan profesi pendidikan ke depan.
PPL juga diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi proses pembentukan karakter, sikap profesional dan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan tugas sebagai calon guru.
Dengan pembekalan tersebut, FKIP Universitas Almuslim berharap 397 mahasiswa yang mengikuti PPL Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dapat menjalankan tugas dengan baik, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi positif bagi sekolah tempat mereka melaksanakan praktik.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FKIP Universitas Almuslim dalam mempersiapkan calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, beretika dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan di era digital.
