Dekan FKIP Umuslim Paparkan Pola Asuh Berbasis Empati dalam Seminar Parenting PAUD Nusa Indah

Bireuen – Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Parenting yang diselenggarakan oleh PAUD Nusa Indah Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mengasuh Tanpa Emosi, Membimbing dengan Empati” tersebut berlangsung di lingkungan PAUD setempat dan diikuti oleh seluruh orang tua/wali murid serta dewan guru PAUD Nusa Indah Tahun Ajaran 2025/2026.

Seminar parenting ini menjadi salah satu upaya lembaga pendidikan dalam memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pola pengasuhan yang positif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Kepala PAUD Nusa Indah, Erni Juniyawan, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dekan FKIP Universitas Almuslim yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu kepada para orang tua dan guru. Menurutnya, peran keluarga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak, sehingga kegiatan parenting menjadi agenda penting yang perlu terus dilaksanakan.

Dalam pemaparannya, Dr. Sari Rizki menjelaskan bahwa pengasuhan anak bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan emosional dan psikologis. Ia menekankan bahwa orang tua merupakan sekolah pertama dan utama bagi anak, sehingga pola komunikasi dan sikap yang ditunjukkan di rumah akan memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak di masa depan.

Menurutnya, salah satu tantangan yang sering dihadapi orang tua saat ini adalah mengendalikan emosi ketika menghadapi perilaku anak yang dianggap sulit. Padahal, respons emosional yang berlebihan dapat meninggalkan dampak psikologis yang cukup panjang bagi anak, seperti menurunnya rasa percaya diri, munculnya kecemasan, hingga terganggunya hubungan emosional antara anak dan orang tua.

“Anak usia dini masih berada pada tahap belajar memahami perasaan dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, ketika mereka melakukan kesalahan, yang dibutuhkan bukan kemarahan, melainkan bimbingan yang penuh kesabaran dan empati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dekan FKIP Universitas Almuslim tersebut menguraikan pentingnya konsep pengasuhan berbasis empati. Ia menjelaskan bahwa empati merupakan kemampuan memahami perasaan, kebutuhan, dan sudut pandang anak. Dengan membangun empati, orang tua dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman sehingga anak lebih mudah menerima arahan serta mengembangkan perilaku positif.

Dalam seminar tersebut, Dr. Sari Rizki juga memaparkan beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah mengelola emosi sebelum memberikan respons kepada anak, mendengarkan anak secara aktif, menggunakan bahasa yang positif, memberikan contoh perilaku yang baik, serta menghindari hukuman fisik maupun verbal yang dapat melukai perasaan anak.

Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan aturan di rumah. Menurutnya, anak membutuhkan batasan yang jelas agar dapat belajar mengenai tanggung jawab dan disiplin. Namun demikian, penerapan aturan tersebut harus dilakukan dengan pendekatan yang hangat dan penuh kasih sayang, bukan melalui ancaman ataupun kekerasan.

Dr. Sari Rizki juga mengingatkan para orang tua agar memberikan ruang bagi anak untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya. Dengan cara tersebut, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu mengelola emosi, serta memiliki keterampilan sosial yang baik dalam berinteraksi dengan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mendampingi perkembangan anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang selaras antara rumah dan sekolah.

Suasana seminar berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan pengasuhan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai pertanyaan terkait perkembangan emosi anak, penggunaan gawai, kedisiplinan, hingga cara membangun komunikasi yang efektif dengan anak menjadi topik yang banyak dibahas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua dan guru PAUD Nusa Indah memperoleh wawasan baru tentang pentingnya mengasuh anak dengan pendekatan yang lebih bijaksana, penuh kesabaran, dan empati. Seminar parenting tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik di rumah maupun di sekolah.

Kehadiran Dr. Sari Rizki sebagai narasumber tidak hanya memberikan penguatan teoritis mengenai pengasuhan anak, tetapi juga menghadirkan berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan langsung oleh orang tua dan guru. Dengan demikian, tema “Mengasuh Tanpa Emosi, Membimbing dengan Empati” tidak hanya menjadi slogan kegiatan, melainkan menjadi nilai penting yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari demi membentuk generasi yang sehat, bahagia, dan berkarakter.