Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berbasis kearifan lokal melalui kegiatan Pagelaran Drama Media Sains Berbasis Budaya Aceh yang berlangsung di Area Coffee Space Bireuen, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang kolaborasi akademik yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP Universitas Almuslim, yaitu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Fisika. Melalui kolaborasi lintas program studi ini, mahasiswa berhasil menghadirkan berbagai karya pembelajaran kreatif yang memadukan konsep sains, seni pertunjukan, dan nilai-nilai budaya Aceh.
Pagelaran tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FKIP Universitas Almuslim, Dr. M. Danil, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa dan dosen yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antarprogram studi menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang produktif dan inovatif. Melalui kerja sama lintas disiplin ilmu, mahasiswa dapat memperluas wawasan serta mengembangkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan sebagai calon pendidik profesional.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membangun kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai edukatif. Setiap program studi memiliki keunggulan masing-masing yang dapat saling melengkapi sehingga menghasilkan inovasi pembelajaran yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan berbagai konsep yang telah dipelajari selama perkuliahan. Tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, mahasiswa juga dituntut mampu mengemas pembelajaran secara kreatif sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari berbagai program studi berkolaborasi menyusun konsep, merancang media pembelajaran, menyiapkan alat peraga, hingga menampilkan drama edukatif yang mengangkat berbagai fenomena sains dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok memadukan pengetahuan ilmiah dengan unsur budaya Aceh sehingga menghasilkan pertunjukan yang tidak hanya informatif, tetapi juga sarat nilai budaya.
Mahasiswa Pendidikan Biologi menghadirkan berbagai konsep ilmu hayati yang dikemas melalui cerita dan visualisasi menarik. Sementara mahasiswa Pendidikan Fisika menampilkan penerapan konsep-konsep fisika yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mahasiswa Pendidikan Matematika turut berkontribusi dalam mengembangkan media pembelajaran yang mampu menjelaskan konsep numerasi dan logika secara kreatif, sedangkan mahasiswa PGSD berperan dalam mengintegrasikan seluruh konsep tersebut ke dalam model pembelajaran yang sesuai untuk peserta didik sekolah dasar.
Kolaborasi tersebut menghasilkan berbagai penampilan yang mengangkat tema-tema edukatif seperti pelestarian lingkungan, fenomena alam, kesehatan, teknologi sederhana, hingga kearifan lokal masyarakat Aceh. Seluruh tema dikemas dalam bentuk drama yang komunikatif sehingga mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.
Selain menampilkan pertunjukan drama, mahasiswa juga memperkenalkan berbagai media pembelajaran inovatif dan alat peraga edukatif yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Produk-produk tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada penguasaan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran di lingkungan FKIP Universitas Almuslim tidak hanya berorientasi pada teori di dalam kelas, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi masalah, merancang solusi, serta mengomunikasikan hasil karyanya kepada masyarakat.
Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Setiap penampilan mendapat apresiasi yang tinggi karena berhasil menyajikan materi sains dalam bentuk yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Perpaduan antara ilmu pengetahuan, seni, dan budaya menjadi daya tarik utama yang membuat kegiatan ini mendapat perhatian luas dari civitas akademika maupun masyarakat.
Dekan dan jajaran pimpinan FKIP Universitas Almuslim berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai agenda akademik yang berkelanjutan. Selain menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa, kolaborasi antarprogram studi juga diharapkan mampu memperkuat budaya riset, inovasi, dan kreativitas di lingkungan fakultas.
Melalui Pagelaran Drama Media Sains Berbasis Budaya Aceh ini, FKIP Universitas Almuslim menunjukkan bahwa kolaborasi lintas program studi dapat menjadi kekuatan besar dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berakar pada budaya lokal. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata upaya fakultas dalam mempersiapkan calon guru yang profesional, adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa FKIP Universitas Almuslim diharapkan terus menghasilkan berbagai karya inspiratif yang tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya Aceh serta pengembangan pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.
