Bireuen – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMAPGSD) FKIP Universitas Almuslim sukses menyelenggarakan Seminar Hardiknas 2026 bertema “Sinergi Logika dan Rasa: Mengoptimalkan Kinerja Otak dan Kesejahteraan Psikologis untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa” yang berlangsung di Gedung Creative Center MA Jangka, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan seminar pendidikan tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan suasana tertib, edukatif, dan penuh antusiasme dari para peserta. Seminar ini menjadi wadah akademik sekaligus refleksi bagi mahasiswa calon pendidik untuk memahami pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kesehatan psikologis dalam dunia pendidikan modern.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Almuslim yang diwakili oleh Wakil Rektor III Universitas Almuslim, Dr. drh. Zulfikar, M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif mahasiswa PGSD yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Menurutnya, dunia pendidikan tidak hanya berbicara tentang transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga tentang bagaimana seorang pendidik mampu memahami kondisi emosional dan psikologis peserta didik agar proses belajar berjalan optimal.
“Kesehatan mental dan motivasi belajar siswa merupakan dua hal yang sangat berkaitan. Guru masa depan harus memiliki kemampuan memahami karakter dan kondisi emosional siswa agar pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan dari Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., disampaikan oleh Wakil Dekan III FKIP Universitas Almuslim, Dr. M. Danil, M.Pd. Ia menegaskan bahwa seminar seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter dan wawasan mahasiswa sebagai calon guru profesional yang humanis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC Tarisa Salsabila, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang menambah suasana khidmat dalam pelaksanaan acara.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Muhammad Amin menyampaikan bahwa seminar Hardiknas tahun ini diangkat sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya kesehatan mental dalam mendukung motivasi belajar siswa di lingkungan pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa seminar tersebut diikuti sekitar 200 mahasiswa PGSD aktif dari semester 2, 4, dan 6 yang telah terdaftar sebagai peserta. Kehadiran peserta yang cukup besar menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu psikologi pendidikan dan pengembangan motivasi belajar.
“Seminar ini kami hadirkan sebagai ruang belajar dan refleksi bersama agar calon guru mampu memahami bahwa keberhasilan belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kondisi emosional dan psikologis mereka,” ungkap Muhammad Amin.
Ketua HIMAPGSD, Rinny Andryani Putri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Seminar Hardiknas merupakan agenda rutin tahunan HIMAPGSD yang selalu mendapatkan dukungan penuh dari Program Studi PGSD FKIP Universitas Almuslim.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pengembangan wawasan mahasiswa agar lebih siap menghadapi realitas dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Agenda ini merupakan ruang belajar bagi calon guru untuk memahami sisi emosional siswa. Seorang pendidik tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga harus mampu menjadi pendengar, pembimbing, dan pemberi motivasi bagi peserta didik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kaprodi PGSD FKIP Universitas Almuslim, Fatma Zuhra, M.Pd., menegaskan bahwa pihak program studi sangat mendukung pelaksanaan seminar tahunan tersebut karena memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan kompetensi calon guru masa kini.
Ia berharap mahasiswa PGSD tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan memahami kebutuhan emosional siswa sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, nyaman, dan humanis.
“Guru masa depan harus mampu membangun pembelajaran yang tidak hanya fokus pada capaian nilai, tetapi juga memperhatikan kenyamanan psikologis siswa. Dengan demikian, proses belajar akan lebih menyenangkan dan berdampak positif terhadap perkembangan peserta didik,” jelasnya.
Pada seminar tersebut, hadir sebagai narasumber Bapak Istiarsyah, S.Pd.I., S.Pd., M.Ed., Ph.D., yang membawakan materi secara mendalam mengenai mekanisme kerja otak dalam menyerap informasi dan hubungan erat antara emosi dengan keberhasilan belajar siswa.
Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa kondisi psikologis siswa sangat memengaruhi kemampuan otak dalam menerima dan mengolah informasi. Stres akademik, tekanan lingkungan, serta kelelahan mental disebut sebagai faktor yang dapat menurunkan motivasi dan semangat belajar peserta didik.
Ia juga memberikan berbagai tips praktis kepada mahasiswa calon guru, di antaranya pentingnya membangun komunikasi yang sehat dengan siswa, menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta menanamkan pola pikir positif dalam proses pembelajaran.
“Ketika siswa merasa aman secara emosional, maka otak mereka akan lebih mudah menerima pelajaran. Karena itu, guru perlu memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang logika, tetapi juga tentang rasa dan empati,” paparnya.
Seminar berlangsung sangat interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi selama sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak mahasiswa aktif menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman terkait tantangan motivasi belajar dan kondisi psikologis siswa di lingkungan sekolah.
Selain dihadiri mahasiswa PGSD, kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh dosen serta sejumlah perwakilan kepala sekolah yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan seminar pendidikan tersebut.
Melalui Seminar Hardiknas 2026 ini, HIMAPGSD FKIP Universitas Almuslim berharap para calon pendidik dapat semakin memahami pentingnya pendekatan pendidikan yang holistik, yakni menggabungkan kecerdasan intelektual dengan perhatian terhadap kesehatan mental dan perkembangan emosional siswa.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa PGSD FKIP Universitas Almuslim dalam menghadirkan ruang akademik yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan.
