Bireuen – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim (Umuslim), menunjukkan kreativitas dan kemampuan seni melalui pertunjukan tari tradisional dalam rangka Penilaian Mata Kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama untuk Anak SD.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, di halaman Kampus Timur Universitas Almuslim, Paya Cut, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa semester III untuk mengembangkan keterampilan dalam seni tari sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya tradisional Indonesia.
Mengusung tema “Tari Tradisional”, para mahasiswa menampilkan delapan tarian yang memiliki karakteristik, gerakan, serta nilai budaya masing-masing. Tarian yang dipersembahkan meliputi Tari Likok Pulo, Meusare-sare, Pho, Ula-ula Lembing, Laweut, Ranup Lampuan, Sinanggar Tulo, dan Tari Piring.

Setiap kelompok mahasiswa tampil dengan persiapan dan kreativitas masing-masing. Mereka berupaya menampilkan gerakan yang selaras dengan iringan musik, menjaga kekompakan antarpemain, serta memperhatikan ekspresi dan penghayatan dalam setiap rangkaian gerakan tari.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari proses penilaian akademik, tetapi juga memberikan pengalaman praktik bagi mahasiswa dalam mempelajari seni tari sebagai salah satu unsur penting dalam pendidikan di sekolah dasar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam bentuk pertunjukan. Mereka juga dilatih untuk bekerja sama, membangun rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, serta memahami bagaimana seni dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak.
Dosen pengampu Mata Kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama untuk Anak SD, Novysa Basri, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan yang diperlukan untuk mengajarkan seni tari secara kreatif, menyenangkan, dan tetap berorientasi pada pelestarian budaya bangsa.
Menurutnya, calon guru sekolah dasar perlu memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam bidang seni, termasuk seni tari. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar mereka mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kreativitas, apresiasi seni, dan karakter peserta didik.
Seni tari, dalam konteks pendidikan dasar, dapat menjadi sarana untuk mengenalkan keberagaman budaya kepada anak sejak dini. Melalui gerakan, musik, dan ekspresi, siswa dapat belajar memahami identitas budaya sekaligus mengembangkan kemampuan motorik, kepekaan terhadap irama, kedisiplinan, dan kerja sama.
Karena itu, pengalaman praktik yang diperoleh mahasiswa melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mereka merancang pembelajaran seni yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik sekolah dasar.
Selain meningkatkan kompetensi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga keberlangsungan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Beragam tarian yang ditampilkan memperlihatkan kekayaan ekspresi budaya Nusantara. Kehadiran tarian tradisional Aceh, seperti Likok Pulo, Meusare-sare, Pho, Ula-ula Lembing, Laweut, dan Ranup Lampuan, berdampingan dengan Tari Sinanggar Tulo dan Tari Piring dari tradisi daerah lain, memberikan pengalaman pembelajaran mengenai keberagaman budaya Indonesia.
Keberagaman tersebut sekaligus mengingatkan bahwa seni tradisional merupakan bagian dari identitas bangsa yang perlu dikenalkan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui berbagai ruang pendidikan, termasuk sekolah dasar.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD FKIP Universitas Almuslim, Fatma Zuhra, M.Pd., diharapkan terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa, baik dalam aspek pedagogik maupun keterampilan pendukung pembelajaran, termasuk seni dan budaya.
Kegiatan praktik seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa PGSD agar tidak hanya menguasai materi pembelajaran secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam mengembangkan kegiatan belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna.
Dengan terselenggaranya penilaian tersebut, mahasiswa PGSD FKIP Universitas Almuslim diharapkan semakin siap menjadi calon pendidik yang mampu mengintegrasikan seni dan budaya ke dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, sekolah dasar dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni tradisional sekaligus menjaga warisan budaya bangsa agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
