Tindak Lanjut Arahan Dekan, Koordinator Minat Bakat FKIP Universitas Almuslim Gelar Rapat Bersama BEM dan HMJ Petakan Potensi Mahasiswa

Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa melalui penguatan kegiatan minat dan bakat. Langkah tersebut diawali dengan membangun koordinasi dan kolaborasi antara Koordinator Minat Bakat FKIP dengan organisasi kemahasiswaan di lingkungan fakultas.

Menindaklanjuti instruksi dan arahan Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., Koordinator Minat Bakat FKIP Universitas Almuslim, Rudy Juli Saputra, M.Pd., menggelar rapat bersama Pengurus Inti BEM dan HMJ FKIP Universitas Almuslim, Senin, 21 September 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat FKIP Universitas Almuslim tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk menyusun pola kerja bersama dalam mendata, memetakan, menyaring serta mengembangkan potensi mahasiswa dari seluruh program studi yang ada di FKIP.

Hadir dalam pertemuan tersebut Pengurus Inti BEM FKIP dan perwakilan HMJ dari berbagai program studi. Pertemuan berlangsung dalam suasana koordinatif dan menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman mengenai pengembangan minat dan bakat mahasiswa di tingkat fakultas.

Tindak Lanjut Arahan Dekan

Rudy Juli Saputra menjelaskan, rapat tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari instruksi dan arahan Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., terkait pentingnya membangun sistem pengembangan minat dan bakat mahasiswa yang lebih terarah.

Menurutnya, pengembangan potensi mahasiswa perlu diawali dengan proses pendataan yang baik. Hal tersebut penting agar setiap potensi yang dimiliki mahasiswa dapat diketahui dan dipetakan berdasarkan bidang yang diminati.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi bersama BEM dan HMJ dalam mendata serta memetakan minat dan bakat mahasiswa FKIP,” ujar Rudy.

Ia menjelaskan, FKIP Universitas Almuslim memiliki sembilan program studi dengan mahasiswa yang memiliki beragam potensi dan ketertarikan, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Keragaman tersebut menjadi potensi yang perlu dikelola secara sistematis sehingga mahasiswa dapat memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat masing-masing.

Karena itu, sebelum Kelas Minat Bakat dijalankan secara lebih luas, diperlukan pendataan dan pemetaan yang melibatkan seluruh program studi.

“Setelah dilakukan pendataan dan pemetaan, nantinya mahasiswa dapat diarahkan untuk mengikuti kelas minat bakat sesuai dengan potensi dan ketertarikan masing-masing,” jelasnya.

BEM dan HMJ Menjadi Mitra Strategis

Dalam proses tersebut, keberadaan BEM dan HMJ dinilai memiliki peran penting. Organisasi mahasiswa di tingkat fakultas dan program studi dinilai memiliki kedekatan langsung dengan mahasiswa sehingga dapat membantu proses sosialisasi, pendataan dan penjaringan potensi.Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan data mengenai minat dan bakat mahasiswa, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Dengan keterlibatan BEM dan HMJ, proses penjaringan diharapkan dapat menjangkau mahasiswa dari seluruh sembilan program studi FKIP.

Ketua BEM FKIP Universitas Almuslim, Irfani, turut terlibat dalam koordinasi tersebut bersama pengurus inti dan perwakilan HMJ.

Keterlibatan organisasi kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara pengelola kegiatan minat bakat dengan mahasiswa di masing-masing program studi.

Dari Pendataan Menuju PembinaanRudy mengatakan, pendataan bukanlah tujuan akhir dari program tersebut. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk pembinaan dan pengembangan yang dapat diberikan kepada mahasiswa.

Melalui Kelas Minat Bakat, mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang tertentu akan diarahkan untuk mendapatkan pembinaan dan bimbingan secara lebih terstruktur.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki kesempatan untuk mengenali potensi dirinya, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut melalui kegiatan yang terarah.

“Harapannya, potensi mahasiswa dapat ditemukan sejak awal, kemudian dibina dan dikembangkan secara berkelanjutan sesuai bidang masing-masing,” kata Rudy.

Ia menambahkan, pengembangan minat dan bakat juga dapat menjadi bagian dari upaya FKIP dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan.

Mahasiswa dapat diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki sehingga potensi tersebut dapat mendukung berbagai kegiatan akademik, organisasi, kompetisi maupun kegiatan lainnya.

Membangun Ruang Prestasi MahasiswaPengembangan minat dan bakat juga memiliki kaitan erat dengan upaya menciptakan ruang prestasi bagi mahasiswa.

Setiap mahasiswa memiliki karakter, kemampuan dan ketertarikan yang berbeda. Karena itu, pendekatan pengembangan potensi tidak dapat dilakukan secara seragam.

Melalui pemetaan minat dan bakat, FKIP Universitas Almuslim diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bidang-bidang yang diminati mahasiswa.

Data tersebut kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang kegiatan pembinaan, pelatihan maupun pendampingan yang sesuai.

Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, program studi dan fakultas dalam menciptakan ekosistem pengembangan potensi mahasiswa.

BEM dan HMJ tidak hanya berperan sebagai organisasi pelaksana kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis fakultas dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi mahasiswa.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Rapat Koordinator Minat Bakat bersama BEM dan HMJ tersebut menjadi langkah awal dari proses yang lebih panjang.

Ke depan, diperlukan koordinasi lanjutan untuk menyusun mekanisme pendataan, menentukan bidang-bidang minat dan bakat yang akan dipetakan, serta menyusun pola pembinaan yang dapat diterapkan.

Pendataan juga diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak ada potensi mahasiswa yang terlewatkan.

Dengan melibatkan sembilan program studi, FKIP Universitas Almuslim memiliki peluang untuk menghimpun potensi mahasiswa dalam berbagai bidang dan mengembangkannya melalui program yang terarah.

Arahan Dekan FKIP Dr. Sari Rizki, M.Psi., menjadi landasan dalam mendorong terbangunnya sistem tersebut. Sementara Koordinator Minat Bakat, BEM dan HMJ diharapkan dapat menjadi bagian dari pelaksana yang menggerakkan proses tersebut di tingkat mahasiswa.

Pada akhirnya, program pengembangan minat dan bakat diharapkan tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang aktif dalam kegiatan, tetapi juga mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi diri, berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi fakultas maupun universitas.

Melalui kolaborasi antara pimpinan fakultas, Koordinator Minat Bakat, BEM, HMJ dan mahasiswa, Kelas Minat Bakat FKIP Universitas Almuslim diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan yang mampu menemukan, mengembangkan dan mengarahkan potensi mahasiswa dari sembilan program studi secara berkelanjutan.