Empat Prodi FKIP Universitas Almuslim Jalin Kerja Sama Strategis dengan ISBI Aceh, Penguatan Kompetensi Mahasiswa Berbasis Seni dan Budaya

Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kemitraan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan empat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara program studi di lingkungan FKIP Universitas Almuslim dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, di Aula Creative Center MA Jangka.

Penandatanganan kerja sama tersebut melibatkan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi Pendidikan Biologi, dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Seluruh kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., sebagai bentuk dukungan fakultas terhadap penguatan kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam bidang seni, budaya, pendidikan, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh masing-masing ketua program studi, yaitu Fatma Zuhra, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Prodi PGSD, Nia Astuti, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Nadia Aldyza, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Biologi, dan Zuraini, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Sementara dari pihak ISBI Aceh diwakili oleh Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn., selaku Ketua Jurusan Seni Pertunjukan.

Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia pendidikan saat ini.

Menurutnya, pengembangan kompetensi mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui kegiatan perkuliahan di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai pengalaman belajar yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, seni, budaya, kreativitas, dan keterampilan abad ke-21.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri. Seni dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial mahasiswa sebagai calon pendidik dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Program Studi PGSD FKIP Universitas Almuslim menjalin kerja sama dengan ISBI Aceh dalam penyelenggaraan Pentas Seni Musik Mahasiswa dan Pengembangan Kompetensi Seni Budaya dengan tema “Nada Untuk Negeri: Guru Mengajar, Musik Menginspirasi.” Melalui kerja sama ini, mahasiswa PGSD akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni musik serta memperkuat kompetensi pendukung yang dibutuhkan sebagai calon guru sekolah dasar.

Sementara itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia menandatangani kerja sama terkait penyelenggaraan Pekan Kebudayaan dan Kreativitas Mahasiswa dalam Pagelaran Seni dan Sastra Mahasiswa serta Pengembangan Kompetensi Seni Budaya dengan tema “Transformasi Budaya Aceh dari Akar Tradisi Menuju Panggung Kreativitas Mahasiswa.” Program ini diarahkan untuk memperkuat apresiasi mahasiswa terhadap sastra dan budaya sekaligus menjadi wadah pelestarian nilai-nilai budaya Aceh melalui berbagai aktivitas kreatif dan akademik.

Di bidang sains dan lingkungan, Program Studi Pendidikan Biologi menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan Edukasi Biologi dan Literasi Lingkungan melalui Pendekatan Seni dan Budaya. Program tersebut menjadi salah satu inovasi dalam mengintegrasikan ilmu biologi dengan seni budaya sebagai media edukasi dan kampanye pelestarian lingkungan yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Adapun Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris bersama ISBI Aceh mengembangkan program English Arts and Cultural Festival dengan tema “Empowering Creative, Communicative, and Culturally Responsive English Learners for Global Competitiveness.” Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk meningkatkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris, public speaking, pemahaman lintas budaya, promosi budaya lokal, serta penguatan kompetensi dalam bidang pariwisata halal dan komunikasi global.

Keempat kerja sama tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni mendorong pengembangan minat, bakat, kreativitas, dan kompetensi mahasiswa melalui pendekatan seni dan budaya yang terintegrasi dengan bidang keilmuan masing-masing program studi. Selain itu, kerja sama juga mencakup penyediaan narasumber, pelatih, praktisi, fasilitator, dewan juri, dukungan sarana dan prasarana, publikasi kegiatan, serta berbagai program kolaboratif lainnya yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Perwakilan ISBI Aceh, Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi yang memiliki kekuatan di bidang pendidikan dengan institusi seni dan budaya merupakan langkah penting dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, kepekaan budaya, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Ia menambahkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi media yang efektif untuk memperkuat proses pembelajaran, membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan kesadaran sosial dan lingkungan di kalangan mahasiswa.

Melalui kerja sama ini, FKIP Universitas Almuslim dan ISBI Aceh berharap dapat melahirkan berbagai program inovatif yang berdampak nyata bagi pengembangan mahasiswa dan masyarakat. Sinergi yang terbangun juga diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan terjalinnya kemitraan strategis tersebut, FKIP Universitas Almuslim semakin menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang unggul, kreatif, berkarakter, berwawasan budaya, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa.