Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim menggelar rapat Rencana Tindak Lanjut terkait penerapan SIMTA (Sistem Informasi dan Manajemen Tugas Akhir) berbasis digitalisasi pada Senin, 25 Mei 2026 di Ruang Rapat Kampus Ampoen Chiek Peusangan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis FKIP Universitas Almuslim dalam memperkuat sistem pelayanan akademik berbasis teknologi informasi, khususnya dalam pengelolaan tugas akhir mahasiswa agar lebih efektif, terintegrasi, dan mudah diakses.
Rapat dipimpin langsung oleh Rektor Dr. Marwan, M.Pd. dan turut dihadiri Dekan FKIP Dr. Sari Rizki, M.Psi bersama seluruh pejabat struktural di lingkungan FKIP, mulai dari Wakil Dekan hingga para Ketua Program Studi.
Dalam arahannya, Rektor Universitas Almuslim menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi merupakan sebuah kebutuhan untuk meningkatkan mutu pelayanan akademik. Menurutnya, kehadiran SIMTA diharapkan mampu memberikan kemudahan dalam pengelolaan administrasi tugas akhir mahasiswa secara lebih sistematis, transparan, dan akuntabel.
“Penerapan sistem berbasis digital merupakan bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan akademik. Melalui SIMTA, proses pengelolaan tugas akhir mahasiswa diharapkan menjadi lebih tertata dan mudah dipantau,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi menyampaikan bahwa implementasi SIMTA menjadi salah satu bentuk komitmen fakultas dalam menghadirkan inovasi pelayanan akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Ia berharap, melalui sistem tersebut, proses administrasi tugas akhir mahasiswa dapat berjalan lebih cepat dan terorganisir, sekaligus mempermudah koordinasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan program studi.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Almuslim, Dr. Rezeki Muamar, M.Ed. yang juga merupakan dosen FKIP Universitas Almuslim hadir memberikan arahan serta pemaparan teknis terkait SIMTA. Diketahui, ia merupakan perancang dari sistem tersebut.
Dalam pemaparannya, Dr. Rezeki Muamar menjelaskan bahwa SIMTA dirancang sebagai sistem informasi yang mampu mengintegrasikan berbagai proses pengelolaan tugas akhir mahasiswa dalam satu platform digital. Sistem ini mencakup proses pengajuan judul, penentuan dosen pembimbing, monitoring progres bimbingan, pengelolaan administrasi seminar hingga sidang akhir mahasiswa.
Menurutnya, kehadiran SIMTA tidak hanya bertujuan mempermudah mahasiswa dalam mengakses layanan akademik, tetapi juga membantu pihak fakultas dan program studi dalam melakukan pengawasan serta pengelolaan data tugas akhir secara lebih efektif dan efisien.
“Dengan adanya SIMTA, seluruh proses tugas akhir mahasiswa dapat terdokumentasi dengan baik dan tersusun secara sistematis dalam satu sistem digital terintegrasi. Ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan akademik di lingkungan FKIP,” jelasnya.
Rapat tersebut juga menjadi tahap awal pengenalan sistem sebelum nantinya dilakukan sosialisasi lebih lanjut kepada seluruh dosen di lingkungan FKIP Universitas Almuslim. Para peserta rapat tampak antusias mengikuti pembahasan dan memberikan berbagai masukan guna mendukung penyempurnaan implementasi SIMTA ke depan.
Melalui penerapan SIMTA berbasis digitalisasi ini, FKIP Universitas Almuslim diharapkan semakin siap menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital sekaligus mampu menghadirkan sistem pelayanan akademik yang lebih modern, efektif, dan profesional.
