Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim melalui program Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang aman, nyaman, sehat, dan berintegritas.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FKIP Universitas Almuslim tersebut diikuti oleh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen fakultas dalam menciptakan ruang pendidikan yang bebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, intimidasi, maupun tindakan yang dapat mengganggu keselamatan dan kesejahteraan warga kampus.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pemateri Dr. Zahrianti, M.A., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun budaya saling menghormati, menjaga etika pergaulan, serta meningkatkan kesadaran bersama terhadap bahaya perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi.
Dalam pemaparannya, Dr. Zahrianti menjelaskan bahwa perundungan dan kekerasan seksual merupakan persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, rasa aman, kepercayaan diri, hingga menurunkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan akademik.
“Lingkungan kampus harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, berkembang, dan berinteraksi secara sehat. Karena itu, pencegahan perundungan dan kekerasan seksual membutuhkan kesadaran serta tanggung jawab bersama,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.
Ia juga menekankan bahwa tindakan perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi dapat berupa kekerasan verbal, intimidasi, pelecehan secara psikologis, pengucilan sosial, hingga tindakan yang dilakukan melalui media digital. Sementara itu, kekerasan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik melalui ucapan, perilaku, maupun tindakan yang melanggar hak dan martabat seseorang.
Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perundungan dan kekerasan seksual, kegiatan sosialisasi juga membahas pentingnya etika komunikasi di lingkungan kampus, penghormatan terhadap hak individu, serta mekanisme pelaporan dan penanganan kasus sesuai ketentuan yang berlaku di perguruan tinggi.
Peserta terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Dalam sesi diskusi interaktif, sejumlah mahasiswa menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan nyaman. Diskusi tersebut juga membahas pentingnya keberanian melaporkan tindakan yang mengarah pada perundungan maupun kekerasan seksual agar dapat segera ditangani secara tepat dan profesional.
Tim K3L FKIP Universitas Almuslim menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari penguatan implementasi Sistem Manajemen K3L di lingkungan fakultas. Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan keselamatan kerja, program K3L juga diarahkan untuk memperkuat keamanan sosial dan psikologis sivitas akademika melalui pembangunan budaya kampus yang inklusif dan bebas kekerasan.
Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Almuslim berharap dapat meningkatkan kesadaran seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya menjaga lingkungan kampus yang harmonis, beretika, dan saling menghargai. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kepedulian sosial serta memperkuat nilai moral dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam membangun budaya kampus yang sehat dan berintegritas.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan kepedulian sosial mahasiswa agar mampu menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati.
“Kampus harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi semua pihak. Oleh karena itu, pencegahan perundungan dan kekerasan seksual harus menjadi perhatian bersama melalui edukasi, penguatan moral, dan kepedulian seluruh sivitas akademika,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme hingga akhir acara. FKIP Universitas Almuslim berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai program edukatif dan preventif dalam mendukung terciptanya lingkungan akademik yang aman, inklusif, serta mendukung kenyamanan sivitas akademika dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
