FKIP Universitas Almuslim Gelar Sosialisasi K3L tentang Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit Pasca Banjir

Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim melalui Tim Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit pasca banjir hidrometeorologi pada Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi program Sistem Manajemen K3L di lingkungan fakultas guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan sivitas akademika terhadap risiko kesehatan akibat bencana.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FKIP Universitas Almuslim itu diikuti oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta perwakilan organisasi mahasiswa. Sosialisasi berlangsung interaktif dengan pembahasan yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesehatan lingkungan pasca banjir serta langkah-langkah pencegahan penyakit berbasis lingkungan yang berpotensi muncul setelah terjadinya bencana hidrometeorologi.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pemateri Dr. Nadia Aldyza, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan berbagai dampak biologis dan kesehatan lingkungan akibat banjir. Ia menjelaskan bahwa kondisi lingkungan pasca banjir sering kali memicu meningkatnya risiko penyebaran penyakit apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang baik.

Menurutnya, genangan air, sampah yang menumpuk, serta kualitas air yang tercemar dapat menjadi media berkembangnya mikroorganisme dan vektor penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat. Beberapa penyakit yang rentan muncul pasca banjir antara lain diare, infeksi kulit, demam berdarah dengue (DBD), hingga leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri dari lingkungan yang tercemar.

“Pasca banjir, masyarakat perlu lebih waspada terhadap kualitas kebersihan lingkungan dan air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Lingkungan yang tidak bersih dapat mempercepat penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” ujar Dr. Nadia dalam pemaparannya.

Selain membahas risiko penyakit, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pengelolaan sampah dan limbah pasca banjir, serta pentingnya menjaga kualitas air bersih di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. Edukasi tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar kesehatan lingkungan di kalangan sivitas akademika.

Tim K3L FKIP Universitas Almuslim juga mengajak seluruh peserta untuk terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus melalui pengelolaan limbah yang benar, menjaga sanitasi fasilitas umum, serta melakukan langkah-langkah mitigasi sederhana guna mengurangi risiko kesehatan akibat bencana hidrometeorologi.

Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Menurutnya, penerapan K3L tidak hanya berkaitan dengan keselamatan kerja, tetapi juga mencakup aspek kesehatan lingkungan yang harus menjadi perhatian bersama.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membangun kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan, terutama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang belakangan semakin sering terjadi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh sivitas akademika FKIP dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kesehatan lingkungan serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan risiko biologis pasca banjir, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan lingkungan sehat pasca banjir. Melalui kegiatan tersebut, FKIP Universitas Almuslim berharap kesadaran kolektif mengenai pentingnya penerapan K3L dapat terus meningkat sehingga tercipta lingkungan kampus yang lebih sehat, aman, dan responsif terhadap risiko bencana di masa mendatang.