Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana pasca banjir hidrometeorologi sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran sivitas akademika terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan FKIP Universitas Almuslim dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta perwakilan organisasi mahasiswa dengan penuh antusias.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai respons terhadap meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi yang beberapa waktu terakhir berdampak pada sejumlah wilayah di Aceh, termasuk banjir yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan kondisi cuaca ekstrem. Melalui kegiatan tersebut, FKIP Universitas Almuslim berupaya membangun budaya tanggap darurat dan memperkuat pemahaman seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan kampus.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pemateri utama, Dr. Hariki Fitrah, M.Pd yang menyampaikan berbagai materi terkait penanganan pasca banjir, identifikasi risiko bencana hidrometeorologi, prosedur evakuasi darurat, hingga langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak bencana di masa mendatang. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai langkah awal mencegah terjadinya banjir.
Dalam pemaparannya, Dr. Hariki Fitrah menjelaskan bahwa mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Kesadaran terhadap mitigasi bencana harus dibangun sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Kampus sebagai pusat pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.
Selain membahas penanganan pasca banjir, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan drainase yang baik, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya genangan dan banjir di kawasan kampus. Edukasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa mitigasi bencana harus dimulai dari kebiasaan menjaga lingkungan sehari-hari.
Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi program Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) yang terus dikembangkan di lingkungan fakultas. Ia menegaskan bahwa peningkatan pemahaman mengenai mitigasi bencana sangat penting untuk membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kondisi geografis dan perubahan cuaca yang semakin tidak menentu menuntut seluruh elemen masyarakat untuk lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi. Oleh sebab itu, FKIP Universitas Almuslim berkomitmen menghadirkan berbagai program edukatif yang mampu meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam menghadapi situasi darurat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh sivitas akademika memiliki kesiapan dan pengetahuan yang memadai dalam menghadapi potensi bencana, khususnya banjir hidrometeorologi yang beberapa waktu terakhir berdampak pada sejumlah wilayah. Mitigasi bencana harus menjadi bagian dari budaya bersama di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta sosialisasi juga mengikuti simulasi sederhana mengenai prosedur evakuasi dan penanganan kondisi darurat pasca banjir. Dalam simulasi tersebut, Tim K3L FKIP Universitas Almuslim memberikan edukasi terkait penggunaan jalur evakuasi, titik kumpul darurat, serta langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana.
Simulasi berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa dan tenaga kependidikan secara langsung. Para peserta tampak aktif mengikuti arahan dan praktik yang diberikan oleh tim pelaksana. Kegiatan ini dinilai penting karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Selain itu, kegiatan sosialisasi juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarunsur di lingkungan kampus dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih baik. FKIP Universitas Almuslim berharap seluruh sivitas akademika mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat terkait pentingnya mitigasi bencana dan pengurangan risiko bencana berbasis lingkungan.
Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, FKIP Universitas Almuslim menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, tangguh, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana. Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya sadar bencana yang berkelanjutan di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.
