Ketua Program Studi dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim turut menghadiri kegiatan Seminar Internasional bertema “Resilient Communities Start With Women and Youth” yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Aula Creative Center MA Jangka, Kabupaten Bireuen. Kegiatan akademik berskala internasional ini menjadi wadah pembelajaran strategis bagi sivitas akademika FKIP dalam memperluas wawasan global, khususnya terkait peran perempuan dan generasi muda dalam membangun komunitas yang tangguh dan berkelanjutan.
Kehadiran para Ketua Program Studi di lingkungan FKIP Universitas Almuslim bersama puluhan mahasiswa mencerminkan komitmen fakultas dalam mendorong partisipasi aktif sivitas akademika pada forum ilmiah internasional. Partisipasi ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu sosial, kemanusiaan, dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi tantangan global saat ini.
Seminar internasional tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Almuslim yang diwakili oleh Wakil Rektor III, Dr. drh. Zulfikar, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ketangguhan komunitas tidak dapat dilepaskan dari penguatan peran sosial perempuan dan pemuda. Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan kolaboratif dan berperspektif global.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional dari Ihsan Johor, Malaysia, yaitu Mohamed Rizal bin Busu selaku President of Ihsan Johor, Masitah binti Mohd Alfandy sebagai Vice President of Ihsan Johor, serta Farrah Baptist selaku Chief Executive Officer (CEO) Ihsan Johor. Ketiga narasumber menyampaikan pandangan, pengalaman, serta praktik terbaik terkait pemberdayaan perempuan dan pemuda dalam membangun komunitas yang resilien, khususnya dalam konteks sosial dan kemanusiaan.
Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa perempuan memiliki peran fundamental sebagai penjaga nilai-nilai sosial dan pendidik pertama dalam keluarga, sementara generasi muda dipandang sebagai motor inovasi dan kreativitas yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan global. Sinergi antara perempuan dan pemuda dinilai sebagai kunci utama dalam menghadapi berbagai krisis, baik sosial, ekonomi, maupun kemanusiaan.
Ketua Program Studi di lingkungan FKIP Universitas Almuslim yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa seminar internasional tersebut memberikan perspektif baru bagi mahasiswa, terutama dalam memahami keterkaitan antara ilmu kependidikan, peran sosial, dan pembangunan komunitas. Kehadiran pimpinan program studi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan literasi global, serta menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan dan kolaborasi dalam proses pembelajaran.
Antusiasme mahasiswa FKIP Universitas Almuslim terlihat sepanjang kegiatan seminar, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog langsung dengan narasumber internasional, mengajukan pertanyaan kritis, serta menggali pengalaman praktis terkait peran pemuda dalam membangun komunitas yang inklusif dan berdaya tahan.
Seminar ini dipandu oleh Risky Novialdi, selaku Head of International Office Universitas Almuslim, yang bertindak sebagai moderator. Dengan pendekatan komunikatif dan dialogis, moderator berhasil menciptakan suasana diskusi yang dinamis dan inspiratif, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta.
Melalui keikutsertaan Ketua Program Studi dan mahasiswa FKIP Universitas Almuslim dalam seminar internasional ini, fakultas menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan serta penguatan kompetensi global mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter, peningkatan wawasan lintas budaya, serta kesiapan mahasiswa FKIP Universitas Almuslim sebagai calon pendidik dan agen perubahan yang berperan aktif dalam membangun masyarakat yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan di masa depan.
