Pulihkan Semangat Belajar Pasca Bencana, Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim Gelar Lomba Hitung Cepat Tepat di Desa Kapa

Bireuen – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika melaksanakan kegiatan Lomba Hitung Cepat Tepat (LHCT) dalam rangka Pendidikan Semasa Pasca Bencana di Desa Kapa, Kabupaten Bireuen. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 2 Januari 2026 ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pemulihan sektor pendidikan bagi anak-anak yang terdampak bencana, khususnya dalam penguatan kemampuan numerasi dasar dan pemulihan motivasi belajar.

Kegiatan LHCT tersebut diketuai oleh Zahwa Amanda selaku Ketua Pelaksana dan melibatkan seluruh mahasiswa Pendidikan Matematika sebagai fasilitator serta pendamping pembelajaran. Dengan pendekatan edukatif yang dikemas dalam bentuk perlombaan, kegiatan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan membangun kembali kepercayaan diri peserta didik pasca bencana.

Lomba Hitung Cepat Tepat dipilih sebagai media pembelajaran karena dinilai efektif dalam melatih kemampuan berpikir cepat dan tepat, sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan anak-anak. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diuji kemampuan berhitungnya, tetapi juga dilatih untuk berani tampil, fokus, serta bekerja di bawah tekanan waktu secara positif.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Rahmi Hayati, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, peran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam situasi pasca bencana untuk membantu memulihkan kondisi psikologis dan semangat belajar anak-anak.

Lomba Hitung Cepat Tepat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam membangkitkan kembali motivasi belajar siswa. Melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan menyenangkan, anak-anak dapat kembali merasakan suasana belajar yang positif setelah mengalami situasi sulit akibat bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Zahwa Amanda, menjelaskan bahwa pelaksanaan LHCT tidak semata-mata berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi lebih menekankan pada proses pendampingan belajar yang humanis dan berkelanjutan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping yang memberikan motivasi, dukungan emosional, serta bimbingan belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta.

Kami ingin anak-anak kembali merasa bahwa belajar, khususnya matematika, adalah sesuatu yang menyenangkan. Selain itu, kami juga ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kesulitan belajar pasca bencana,” ungkap Zahwa.

Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Pendidikan Matematika dalam mengimplementasikan kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional di tengah masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan, merancang pembelajaran kontekstual, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik dan masyarakat setempat.

Masyarakat Desa Kapa menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan LHCT tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan di wilayah pasca bencana, sekaligus sebagai dukungan moral bagi anak-anak agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Matematika menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat pasca bencana diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun kembali harapan, semangat belajar, dan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.