Bireuen — Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim (Umuslim), Dr. M. Danil, S.Pd., M.Pd., memberikan pembekalan mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada 475 mahasiswa baru FKIP dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat fakultas, Kamis (27/8/2026).
Pembekalan yang berlangsung di halaman Kampus Timur Universitas Almuslim, Paya Cut, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami lebih jauh posisi, peran, serta tanggung jawab mereka sebagai bagian dari komunitas akademik perguruan tinggi.
Dalam penyampaiannya, Dr. M. Danil menegaskan bahwa memasuki perguruan tinggi tidak semata-mata berarti menjalani proses perkuliahan dan mengejar nilai akademik. Lebih dari itu, mahasiswa dipersiapkan menjadi insan akademik yang mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Menjadi mahasiswa berarti tidak hanya kuliah dan memperoleh nilai. Mahasiswa adalah calon intelektual, pendidik, pemimpin, dan agen perubahan,” demikian pesan yang disampaikan Dr. M. Danil kepada mahasiswa baru.
Ia menjelaskan, mahasiswa merupakan bagian penting dari komunitas akademik yang memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran, penelitian, organisasi, maupun berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Karena itu, sejak awal memasuki dunia kampus, mahasiswa perlu membangun pola pikir bahwa setiap aktivitas yang dilakukan selama masa perkuliahan merupakan bagian dari proses pembentukan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Dr. M. Danil, Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat, merupakan tiga pilar utama yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan perguruan tinggi.
Pendidikan Tidak Hanya Berorientasi pada Nilai
Pada aspek pendidikan dan pengajaran, mahasiswa baru didorong untuk mengikuti proses pembelajaran secara aktif, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dr. M. Danil mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan nilai sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan tinggi. Proses pembelajaran harus mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, serta meningkatkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional.
Mahasiswa juga diharapkan meningkatkan literasi akademik dan digital, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan masa kuliah untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun kompetensi dan karakter,” pesannya.
Terlebih bagi mahasiswa FKIP, proses tersebut menjadi penting karena mereka dipersiapkan sebagai calon pendidik yang nantinya memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi masa depan.
Mendorong Mahasiswa Mulai Mengenal Penelitian
Pada bidang penelitian dan pengembangan, Dr. M. Danil mengajak mahasiswa baru membangun rasa ingin tahu terhadap berbagai fenomena dan persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
Menurutnya, budaya penelitian tidak harus menunggu mahasiswa berada di semester akhir. Sejak awal, mahasiswa dapat mulai belajar membaca karya ilmiah, menulis, mengikuti seminar, diskusi akademik, kompetisi ilmiah, maupun terlibat dalam penelitian bersama dosen.
Mahasiswa juga diarahkan untuk membiasakan diri berpikir berdasarkan data, fakta, dan kajian ilmiah sehingga mampu menghasilkan gagasan serta solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keterlibatan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan diharapkan dapat melatih mahasiswa menghasilkan karya dan inovasi, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan prestasi di berbagai tingkat.
Ilmu Pengetahuan Harus Memberikan Manfaat
Sementara pada aspek pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diingatkan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mahasiswa dapat mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, maupun kegiatan lain sesuai dengan kompetensi dan bidang keilmuan masing-masing.
Dr. M. Danil menekankan pentingnya membangun kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial sejak berada di bangku kuliah.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi individu yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu melihat berbagai persoalan di lingkungan sekitar dan mengambil bagian sebagai solusi.
Tri Dharma Dimulai Sejak Mahasiswa Baru
Lebih lanjut, Dr. M. Danil menegaskan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya tanggung jawab dosen atau institusi, tetapi juga bagian dari kehidupan mahasiswa.
Penerapan Tri Dharma dapat dimulai sejak mahasiswa baru. Dalam bidang pendidikan, mahasiswa dapat memulainya dengan aktif mengikuti perkuliahan, membaca, berdiskusi, dan mengembangkan kompetensi.
Dalam bidang penelitian, mahasiswa dapat mulai belajar menulis, mengikuti seminar, lomba, serta berbagai kegiatan ilmiah. Sementara dalam bidang pengabdian, mahasiswa dapat terlibat dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Mulailah dari langkah kecil, konsisten, dan terus berkembang,” pesannya.
Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi
Selain menekankan aspek akademik, Dr. M. Danil juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif mengikuti organisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Menurutnya, organisasi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan.
Mahasiswa juga didorong mengikuti seminar, pelatihan, kompetisi, kegiatan ilmiah, serta berbagai program pengembangan minat dan bakat yang tersedia di lingkungan FKIP maupun Universitas Almuslim.
“Manfaatkan seluruh kesempatan yang ada di kampus untuk belajar, membangun jejaring, menghasilkan karya, dan mengembangkan prestasi,” ujarnya.
FKIP Siapkan Calon Pendidik dan Penggerak Perubahan
Dalam pembekalan tersebut, Dr. M. Danil juga mengingatkan bahwa FKIP memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia, khususnya calon pendidik yang akan berhadapan langsung dengan generasi masa depan.
Mahasiswa FKIP tidak cukup hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga perlu memiliki karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian sosial.
Apa yang dipelajari selama berada di bangku kuliah diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.
Karena itu, mahasiswa FKIP perlu mulai membangun identitas sebagai calon pendidik sejak awal masa perkuliahan, termasuk dalam sikap, perilaku, cara berkomunikasi, maupun penggunaan media sosial.
Jaga Nama Baik Almamater
Dr. M. Danil juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk senantiasa menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi etika akademik dan integritas.
Mahasiswa diminta menghindari plagiarisme, kecurangan akademik, kekerasan, serta berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, maupun institusi.
Mahasiswa juga diharapkan menghormati dosen, tenaga kependidikan, dan sesama mahasiswa serta mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurutnya, setiap mahasiswa merupakan bagian dari representasi FKIP dan Universitas Almuslim. Karena itu, perilaku mahasiswa, baik di lingkungan kampus maupun di ruang publik dan media sosial, turut mencerminkan citra almamater.
475 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB Tingkat Fakultas
Kegiatan pembekalan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut diikuti sebanyak 475 mahasiswa baru FKIP Universitas Almuslim dan menjadi bagian dari rangkaian PKKMB Universitas Almuslim Tahun 2026.
Kegiatan PKKMB tingkat fakultas digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Almuslim bersama jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di tingkat program studi.
Kegiatan penyambutan mahasiswa baru tersebut turut dihadiri Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., bersama jajaran pimpinan fakultas, Gugus Kendali Mutu (GKM), Kasubbag, Ketua Minat dan Bakat FKIP, Kepala Laboratorium Microteaching, para ketua program studi, serta dosen di lingkungan FKIP Universitas Almuslim.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diarahkan untuk memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi merupakan proses panjang dalam membangun kompetensi, karakter, pengalaman, dan kepedulian sosial.
Dr. M. Danil mengajak seluruh mahasiswa baru FKIP agar tidak sekadar datang ke kampus untuk mengikuti perkuliahan, tetapi menjadikan masa mahasiswa sebagai kesempatan untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan memberikan manfaat.
Ia berharap mahasiswa FKIP Universitas Almuslim mampu membangun prestasi akademik maupun nonakademik serta menjadi generasi yang siap menghadapi perubahan sekaligus mampu menciptakan perubahan.
“Jadilah mahasiswa FKIP yang berilmu, berkarakter, berprestasi, berinovasi, dan berkontribusi,” pesannya.
