Di Balik Lembur dan Padatnya Persiapan Borang Akreditasi, Tim FKIP Umuslim Tetap Luangkan Waktu Makan Siang Bersama

Bireuen – Di tengah padatnya aktivitas dan tingginya tuntutan penyelesaian borang akreditasi, kebersamaan menjadi salah satu energi bagi Ketua Program Studi (Prodi), Sekretaris Prodi, dosen, serta Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim.

Suasana tersebut terlihat pada Rabu, 26 Agustus 2026. Di sela-sela kesibukan mempersiapkan dokumen akreditasi, jajaran Ketua Prodi, Sekretaris, dosen, dan GKM FKIP Universitas Almuslim menyempatkan diri menikmati makan siang bersama.

Momen sederhana itu bahkan sempat diabadikan oleh Humas FKIP Universitas Almuslim. Tidak ada jamuan khusus ataupun hidangan mewah. Mereka terlihat menikmati nasi bungkus, sementara beberapa di antaranya membawa bekal makanan dari rumah.

Namun, di balik kesederhanaan tersebut tersimpan semangat kebersamaan yang kuat. Makan siang bersama menjadi jeda sejenak bagi mereka setelah beberapa hari terakhir disibukkan dengan penyelesaian berbagai dokumen dan persiapan borang akreditasi.

Salah seorang Ketua Prodi yang hadir, Ketua Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim, Dr. Nadia Aldyza, S.Pd., M.Pd., mengatakan kebersamaan tersebut menjadi hal yang patut disyukuri di tengah kesibukan masing-masing.

“Alhamdulillah, kami bisa menikmati kebersamaan ini walaupun di tengah kesibukan jadwal dan pusingnya dalam mempersiapkan borang,” ujar Nadia.

Menurutnya, perjuangan dalam mempersiapkan akreditasi bukanlah proses yang singkat. Berbagai dokumen harus disiapkan, diperiksa, disesuaikan, hingga dipastikan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam proses akreditasi.

Nadia menjelaskan, empat program studi yang menjadi fokus utama pada tahap pertama telah menyelesaikan dan melakukan submit borang pada Senin, 24 Agustus 2026.

Keempat program studi tersebut yakni Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Biologi.

“Borang akreditasi untuk empat program studi yang kita targetkan unggul sudah di-submit pada 24 Agustus 2026 kemarin untuk dicross-check. Mungkin ada perbaikan atau revisi yang harus kami sempurnakan. Selain itu, ada beberapa dokumen juga yang sedang kami persiapkan menyusul untuk melengkapi borang yang sudah di-submit,” katanya.

Ia menyebutkan, proses setelah submit bukan berarti pekerjaan telah sepenuhnya selesai. Tim masih harus siap melakukan penyempurnaan apabila terdapat catatan, permintaan perbaikan, maupun dokumen tambahan yang diperlukan dalam tahapan berikutnya.

Karena itu, para Ketua Prodi, dosen, tim akreditasi, dan GKM masih terus melakukan koordinasi dan mempersiapkan berbagai kemungkinan yang diperlukan.

Berbulan-bulan Dipersiapkan

Hal senada disampaikan Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Almuslim, Nia Astuti, M.Pd. Ia mengatakan persiapan borang akreditasi telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan kerja sama dan komitmen dari berbagai pihak. Tidak hanya Ketua Prodi, tetapi juga dosen dan seluruh tim yang terlibat dalam penyusunan dokumen akreditasi.

“Persiapan borang sudah beberapa bulan terakhir dipersiapkan. Bahkan, seminggu sebelum batas waktu submit, para Ketua Prodi, dosen, dan tim yang tergabung dalam akreditasi harus lembur dan pulang hingga larut malam,” ungkap Nia.

Ia mengaku bersyukur karena kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan berhasilnya empat program studi melakukan submit borang pada Senin, 24 Agustus 2026.

“Alhamdulillah sudah di-submit Senin lalu, dan sekarang kami sedang menunggu apakah ada yang perlu direvisi lagi,” katanya.

Menurut Nia, masa-masa menjelang batas akhir submit menjadi salah satu tahapan paling melelahkan. Tim harus memastikan berbagai data dan dokumen yang telah dikumpulkan selama berbulan-bulan dapat tersusun secara sistematis dan sesuai dengan kebutuhan akreditasi.

Tidak jarang, proses penyelesaian tersebut berlangsung hingga tengah malam.

“Sudah hampir seminggu kami lembur hingga malam hari, bahkan sampai tengah malam baru pulang. Belum lagi jarak rumah yang jauh dari kampus,” tuturnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah dosen dan tim akreditasi yang harus menempuh perjalanan pulang setelah menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam.

Terlebih, akses perjalanan juga masih menghadapi kendala akibat kondisi infrastruktur pascabanjir yang melanda Aceh pada November 2025 lalu.

Nia menyebutkan, sebagian anggota tim harus menggunakan akses Jembatan Hiu, yang merupakan akses jembatan darurat, karena jembatan utama atau Jembatan Bailey di kawasan Kuta Blang masih ditutup akibat adanya proses perbaikan pascamusibah banjir.

Kondisi tersebut membuat perjuangan menyelesaikan borang tidak hanya berlangsung di dalam ruang kerja, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian para dosen dan tim yang harus membagi waktu antara pekerjaan, perjalanan, keluarga, dan tanggung jawab akademik.

Wajah Lelah, Semangat Tetap Terjaga

Momen makan siang bersama pada Rabu tersebut menjadi gambaran sederhana dari perjuangan panjang yang tengah dijalani keluarga besar FKIP Universitas Almuslim.

Wajah lelah dan kurang tidur terlihat dari sejumlah anggota tim. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengejar target yang telah ditetapkan.

Di sela-sela pekerjaan yang cukup menguras tenaga dan pikiran, makan siang bersama menjadi ruang untuk beristirahat sejenak, berbincang, sekaligus mempererat komunikasi di antara para pengelola program studi, dosen, dan GKM.

Kesederhanaan menu makan siang justru memperlihatkan suasana kekeluargaan yang terbangun di antara mereka. Ada yang menikmati nasi bungkus yang disiapkan, sementara lainnya membawa makanan dari rumah.

Bagi mereka, yang terpenting bukan hidangan yang tersaji, melainkan kesempatan untuk duduk bersama setelah melewati hari-hari penuh tekanan dalam penyelesaian borang akreditasi.

Kebersamaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan tim. Sebab, proses akreditasi bukan pekerjaan individual, melainkan kerja kolektif yang membutuhkan koordinasi, ketelitian, konsistensi, dan komitmen bersama.

Target Enam Prodi Unggul

FKIP Universitas Almuslim sendiri menargetkan sebanyak enam program studi memperoleh predikat unggul dalam proses akreditasi.

Dari enam program studi yang menjadi target tersebut, empat prodi telah melakukan submit borang pada 24 Agustus 2026. Keempatnya adalah Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Biologi.

Sementara itu, dua program studi lainnya akan menyusul dalam tahapan berikutnya.

Target enam prodi unggul tersebut menjadi bagian dari komitmen FKIP Universitas Almuslim untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, tata kelola program studi, serta kualitas layanan akademik secara berkelanjutan.

Predikat unggul bukan semata-mata menjadi capaian administratif, tetapi juga menjadi indikator penting dalam menggambarkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di tingkat program studi.

Karena itu, proses menuju predikat tersebut membutuhkan kesiapan berbagai aspek, mulai dari tata kelola, sumber daya manusia, pembelajaran, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, luaran mahasiswa dan dosen, hingga sistem penjaminan mutu.

Perjuangan panjang yang dilakukan para Ketua Prodi, Sekretaris, dosen, GKM, serta seluruh tim yang terlibat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan target tersebut.

Makan siang sederhana pada Rabu, 26 Agustus 2026 pun menjadi salah satu potret kecil dari perjalanan panjang tersebut. Di balik nasi bungkus dan bekal makanan dari rumah, terdapat cerita tentang kerja keras, lembur hingga larut malam, perjalanan pulang dengan akses yang tidak mudah, serta semangat untuk memberikan yang terbaik bagi institusi.

Dengan empat prodi yang telah berhasil melakukan submit dan dua prodi lainnya yang dipersiapkan menyusul, FKIP Universitas Almuslim kini melanjutkan perjuangan menuju target enam program studi unggul.

Bagi para pejuang akreditasi tersebut, rasa lelah menjadi bagian dari proses. Namun, kebersamaan dan semangat untuk mencapai target bersama menjadi kekuatan yang membuat mereka terus melangkah.