Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Karir bagi Calon Yudisium FKIP Universitas Almuslim yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 8 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut mengangkat tema “Bijak Berteknologi: Moral dan Etika Berkarir Masa Kini bagi Calon Pendidik.” Tema ini dipilih sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan membawa berbagai tantangan baru bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para calon guru dan tenaga pendidik.
Acara dibuka oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi yang diwakili oleh Wakil Dekan I FKIP Universitas Almuslim, Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, keberhasilan seorang pendidik tidak hanya ditentukan oleh kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga oleh kemampuan menjaga etika, moral, serta sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk proses pembelajaran dan interaksi sosial. Oleh karena itu, calon pendidik dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan diri dan peningkatan kualitas pembelajaran, tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan etika profesi.
“Sebagai calon guru dan pendidik, mahasiswa FKIP harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan bijaksana, sehingga dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Dr. Zahriyanti, S.Pd.I., M.A yang hadir sebagai narasumber utama sekaligus Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Almuslim.
Dalam pemaparannya, Dr. Zahriyanti menekankan bahwa dunia digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Kehadiran media sosial, kecerdasan buatan, platform pembelajaran daring, hingga berbagai aplikasi komunikasi memberikan banyak kemudahan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Namun di sisi lain, teknologi juga menghadirkan berbagai risiko yang harus diantisipasi melalui pemahaman etika dan tanggung jawab moral.
Ia menjelaskan bahwa calon pendidik perlu memahami batasan-batasan profesional dalam berinteraksi di ruang digital. Jejak digital yang ditinggalkan seseorang dapat memengaruhi citra dan kredibilitas profesional di masa depan. Karena itu, penggunaan media sosial harus dilakukan secara cermat, santun, dan bertanggung jawab.
Selain itu, Dr. Zahriyanti juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik.
“Menjadi pendidik bukan hanya soal mengajar, tetapi juga tentang membangun karakter, memberikan keteladanan, serta menjaga integritas dalam setiap tindakan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” ungkapnya.
Kegiatan bimbingan karir ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para calon yudisium dari berbagai program studi di lingkungan FKIP Universitas Almuslim. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait tantangan dunia kerja, etika penggunaan teknologi, hingga kesiapan memasuki profesi pendidik di era digital.
Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Almuslim berharap para calon lulusan memiliki bekal yang lebih kuat dalam menghadapi dunia kerja dan mampu menjalankan profesinya secara profesional. Selain memiliki kompetensi akademik yang memadai, lulusan juga diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial sebagai pendidik yang akan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bimbingan karir tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FKIP Universitas Almuslim dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
