Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Almuslim Gelar Workshop Kurikulum OBE Secara Daring Bersama Universitas Malikussaleh dan PSI Aceh

Bireuen – Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim melaksanakan Workshop Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi akademik dengan Universitas Malikussaleh serta Physical Society of Indonesia (PSI) Cabang Aceh dalam upaya meningkatkan kualitas kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan pendidikan fisika.

Workshop ini difokuskan pada penyusunan kurikulum OBE yang mencakup berbagai komponen penting, mulai dari perumusan profil lulusan, penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, hingga perancangan tugas, soal, quiz, dan sistem evaluasi pembelajaran. Kegiatan berlangsung secara sistematis melalui sesi pembukaan, paparan materi oleh narasumber, serta diskusi intensif antar peserta.

Ketua Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Almuslim, Lissa Zikriana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam penguatan kurikulum berbasis luaran yang terukur. Menurutnya, penerapan OBE menjadi kebutuhan mendesak dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi saat ini.

Workshop ini menjadi momentum penting bagi kami untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan OBE, kami ingin memastikan bahwa setiap mata kuliah memiliki kontribusi nyata terhadap capaian pembelajaran lulusan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi lain dan asosiasi profesi menjadi nilai tambah dalam menghasilkan kurikulum yang lebih komprehensif dan adaptif.

Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Universitas Malikussaleh dan PSI Cabang Aceh. Kolaborasi ini memperkaya perspektif dalam penyusunan kurikulum sehingga diharapkan lulusan Pendidikan Fisika FKIP Universitas Almuslim semakin kompetitif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PSI Cabang Aceh, Prof. Dr. Eng., Elin Yusibani, S.Si., M.Eng., menekankan pentingnya implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education dalam meningkatkan mutu pendidikan fisika di perguruan tinggi.

Pendekatan OBE memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi juga pada capaian kompetensi yang terukur. Hal ini penting agar lulusan pendidikan fisika memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat jejaring akademik antar perguruan tinggi di Aceh.

PSI Cabang Aceh berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas pendidikan fisika. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan,” jelasnya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua PSI Cabang Aceh yang menekankan pentingnya penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada program studi Pendidikan Fisika. Pendekatan OBE dinilai mampu memastikan ketercapaian kompetensi lulusan secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan stakeholder.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menyampaikan konsep penyusunan kurikulum OBE secara komprehensif, mulai dari penyelarasan visi dan misi program studi hingga implementasi dalam proses pembelajaran. Materi yang disampaikan mencakup penyusunan profil lulusan yang relevan, perumusan CPL berdasarkan standar nasional pendidikan tinggi, serta pengembangan CPMK yang mendukung ketercapaian CPL secara sistematis.

Melalui diskusi yang berlangsung aktif, peserta workshop berhasil merumuskan sejumlah poin penting sebagai hasil kegiatan. Pertama, disepakati profil lulusan yang selaras dengan visi dan misi program studi serta kebutuhan dunia kerja di bidang pendidikan fisika. Profil lulusan tersebut dirancang agar mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kedua, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) disusun dengan mengacu pada standar nasional pendidikan tinggi serta mempertimbangkan kebutuhan asosiasi profesi dan stakeholder. CPL ini menjadi landasan utama dalam pengembangan struktur kurikulum dan proses pembelajaran.

Ketiga, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dirancang untuk mendukung ketercapaian CPL secara terintegrasi pada setiap mata kuliah. Penyusunan CPMK dilakukan secara sistematis agar pembelajaran lebih terarah dan terukur.

Keempat, Sub-CPMK diturunkan dari CPMK untuk mempermudah implementasi pembelajaran di kelas. Sub-CPMK ini menjadi acuan bagi dosen dalam merancang aktivitas pembelajaran yang lebih spesifik dan efektif.

Kelima, peserta juga merancang instrumen penilaian berupa tugas, soal, dan quiz berbasis OBE dengan mempertimbangkan ketercapaian Sub-CPMK. Penyusunan instrumen ini bertujuan untuk memastikan proses evaluasi pembelajaran berjalan secara objektif dan terukur.

Selain itu, sistem evaluasi pembelajaran dirancang secara komprehensif dan berkelanjutan guna memastikan tercapainya CPL secara optimal. Evaluasi tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran yang berlangsung selama perkuliahan.

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh dosen Pendidikan Fisika serta tim pengembang kurikulum dari berbagai perguruan tinggi di Aceh. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi saat ini.

Secara keseluruhan, workshop penyusunan kurikulum OBE ini berlangsung dengan lancar dan menghasilkan dokumen awal kurikulum yang siap untuk tahap implementasi dan evaluasi lebih lanjut. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Almuslim agar lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan ilmu pengetahuan di masa mendatang.