Bireuen – Sebagai upaya strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing di tengah dinamika dunia kerja dan kewirausahaan, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Keuangan bagi mahasiswa pada Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun karakter dan kompetensi edupreneur unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga cakap dalam pengelolaan finansial.
Pelatihan tersebut diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Matematika dan memperoleh dukungan penuh dari Program Studi Pendidikan Matematika. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari program pengembangan soft skills mahasiswa yang berorientasi pada kesiapan karier, kemandirian ekonomi, serta penguatan jiwa kewirausahaan di bidang pendidikan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Rahmi Hayati, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguasaan manajemen keuangan merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terbukanya peluang usaha berbasis pendidikan.
Menurut Rahmi Hayati, mahasiswa Pendidikan Matematika tidak cukup hanya dibekali kemampuan pedagogik dan penguasaan materi keilmuan, tetapi juga perlu memiliki kecakapan finansial agar mampu mengelola potensi diri, merancang usaha edukatif, serta menjaga keberlanjutan aktivitas profesional secara terencana dan bertanggung jawab.
“Manajemen keuangan yang baik akan menjadi pondasi penting bagi mahasiswa, baik sebagai calon pendidik maupun sebagai calon pelaku usaha di bidang pendidikan. Dengan literasi keuangan yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu bersikap bijak dalam mengelola pendapatan, mengatur pengeluaran, dan mengembangkan usaha secara profesional,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan Kurniawan, S.Sos, seorang praktisi keuangan, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Kurniawan menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini, khususnya bagi generasi muda yang tengah mempersiapkan masa depan karier dan usaha. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan dan penganggaran keuangan, pencatatan arus kas, hingga strategi pengelolaan keuangan untuk usaha kecil dan menengah, termasuk usaha di sektor pendidikan.
Ia juga menyoroti bahwa banyak usaha yang gagal bukan semata-mata karena kurangnya ide atau kompetensi, melainkan akibat lemahnya pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, kedisiplinan dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta kebiasaan melakukan evaluasi keuangan secara berkala menjadi hal yang mutlak dimiliki oleh calon edupreneur.
“Pengelolaan keuangan yang baik merupakan fondasi utama keberlanjutan sebuah usaha. Mahasiswa sebagai calon edupreneur harus memiliki kesadaran finansial, disiplin, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara rasional,” ungkap Kurniawan di hadapan peserta.
Pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif melalui sesi diskusi dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, aktif mengajukan pertanyaan, serta terlibat langsung dalam simulasi pencatatan keuangan sederhana yang dipandu oleh narasumber. Pendekatan praktis ini diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan konsep manajemen keuangan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perencanaan usaha ke depan.
Panitia pelaksana dari HMJ Pendidikan Matematika menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendukung visi program studi untuk mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berjiwa kewirausahaan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sebagai bekal utama dalam membangun kemandirian dan profesionalisme.
Dengan terselenggaranya Pelatihan Manajemen Keuangan ini, Program Studi Pendidikan Matematika menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Program studi berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya sistematis dalam mencetak lulusan yang inovatif, kreatif, dan berjiwa edupreneur, sejalan dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.
