Medan – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu akademik dan akreditasi program studi. Melalui kegiatan benchmarking dan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan, FKIP Umuslim menegaskan langkah strategis menuju akreditasi unggul, khususnya bagi lima program studi yang menjadi prioritas. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 12–13 November 2025.
Rombongan FKIP Umuslim dipimpin langsung oleh Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi, serta diikuti jajaran pimpinan universitas dan ketua-ketua program studi. Benchmarking ini tidak hanya berupa kunjungan, tetapi juga kaji banding mendalam terhadap sistem penjaminan mutu, penyusunan borang akreditasi, kurikulum, hingga implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UMN Al Washliyah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sari Rizki menjelaskan bahwa benchmarking digelar sebagai upaya memaksimalkan persiapan akreditasi unggul pada lima program studi FKIP, yaitu: Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
“PGSD saat ini sudah terakreditasi unggul. Kami ingin empat prodi lainnya menyusul, sehingga kualitas pendidikan FKIP semakin merata dan sesuai standar nasional yang ditetapkan oleh BAN-PT dan LAMDIK,” ungkapnya.
Benchmarking ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana UMN Al Washliyah menerapkan standar mutu unggul, mulai dari penyusunan dokumen akreditasi, pengelolaan kurikulum, strategi peningkatan publikasi ilmiah, tata kelola prodi, hingga penguatan budaya akademik.
Dr. Sari menambahkan bahwa FKIP Umuslim sedang memperkuat seluruh instrumen penting akreditasi, seperti LKPS, LED, dokumen mutu, pelacakan lulusan (tracer study), serta rekam jejak penelitian dan pengabdian dosen. Semua ini membutuhkan referensi nyata dari kampus yang telah berhasil mengelola program studi hingga berstatus unggul.
Selain benchmarking, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FKIP Universitas Almuslim dan UMN Al Washliyah. MoA ini mencakup: Kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah, Pertukaran dosen dan mahasiswa, Program pengabdian kepada masyarakat bersama, Pendampingan peningkatan mutu akreditasi, Penyelarasan kurikulum berbasis MBKM, Workshop dan pelatihan penyusunan borang akreditasi.
Penandatanganan MoA menjadi landasan penting bagi FKIP Umuslim untuk memperoleh pendampingan strategis dan transfer pengalaman dari UMN Al Washliyah, terutama dalam proses menuju akreditasi unggul.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Almuslim, menunjukkan kuatnya dukungan institusi terhadap upaya peningkatan mutu FKIP. Hadir dalam rombongan: Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, Wakil Rektor I, Hakim Muttaqim, B.Soc.Sc., S.H., M.EC.Dev., AFA, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Halus Satriawan, M.Si, Staf Ahli Rektor Bidang Akademik, Kerjasama dan Kehumasan, Dr. Hendra Saputra, M.Pd, Kepala Badan Penjaminan Mutu, Dr. Rahmawati, S.Si., M.Pd, Plt. Ketua LPKP, Fachrurrazi, M.Pd, Plt. Ketua Lembaga Percepatan Akreditasi dan Digitalisasi, Asrul Karim, M.Pd, Sekretaris Lembaga Percepatan Akreditasi dan Digitalisasi, Novianti, S.Pd., M.Pd, Para ketua program studi FKIP dan pascasarjana, termasuk Dr. Silvi Listia Dewi M.Pd, Mutia Agustisa, Dr. Hariki Fitrah, Rahma, M.Pd, dan Dr. Rahmi Novalita, M.Pd.
Keterlibatan seluruh unsur pimpinan ini menjadi bukti bahwa peningkatan akreditasi bukan hanya agenda fakultas, tetapi program prioritas universitas.
Usai kegiatan benchmarking dan MoA, FKIP Universitas Almuslim segera menyusun rencana tindak lanjut (RTL), di antaranya: Pembentukan task force percepatan akreditasi unggul di lima prodi, Penjadwalan pelatihan intensif penyusunan LED dan LKPS, Penyempurnaan dokumen penjaminan mutu dan bukti kinerja prodi, Implementasi kolaborasi penelitian dan publikasi bersama UMN Al Washliyah, dan Monitoring dan evaluasi berkala oleh universitas.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif FKIP dalam mempercepat pencapaian akreditasi unggul melalui kegiatan kaji banding tersebut.
“Untuk menjadi fakultas yang unggul, kita harus belajar dari kampus yang telah berhasil lebih dulu. Benchmarking dan MoA ini adalah langkah strategis untuk membawa Umuslim menjadi lembaga pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, kredibel, dan berdaya saing nasional maupun regional,” ujarnya.
Dengan kegiatan benchmarking dan kerja sama yang diperkuat melalui MoA ini, FKIP Universitas Almuslim semakin mantap menuju terwujudnya lima program studi unggul. Upaya ini diharapkan membawa dampak positif terhadap pengembangan kualitas lulusan, reputasi institusi, serta kontribusi FKIP dalam dunia pendidikan.
FKIP Umuslim menargetkan dalam beberapa tahun ke depan seluruh prodi yang dinaungi fakultas dapat mencapai akreditasi unggul, sejalan dengan visi Universitas Almuslim sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
